InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri sawit nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama program pelatihan pengembangan SDM kelapa sawit tahun 2025, yang digelar di Jakarta dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pelatihan dan perwakilan pemerintah daerah.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menyebut subsektor kelapa sawit masih menjadi penopang penting perekonomian nasional. Ia merujuk data BPS yang mencatat kontribusi subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian mencapai lebih dari 30 persen pada 2023. Dari sisi ekspor, kelapa sawit menyumbang lebih dari 75 persen dari total ekspor komoditas perkebunan.
Namun demikian, Eddy mengingatkan bahwa industri sawit nasional masih menghadapi tantangan besar, mulai dari produktivitas lahan yang belum optimal, lambatnya program peremajaan, hingga tekanan regulasi internasional seperti EUDR dan kebijakan negara mitra dagang.
BACA JUGA: Perpres Penertiban Kawasan Hutan, Niat Baik yang Bisa Tergelincir
“Jawaban atas semua tantangan ini adalah peningkatan kualitas SDM,” tegas Eddy dikutit InfoSAWIT dari BPDP, Rabu (21/5/2025).
Untuk itu, program pelatihan SDM sawit tahun 2025 dirancang menyasar 10.786 peserta di 17 provinsi dan 40 kabupaten. BPDP bekerja sama dengan 18 lembaga pelatihan yang telah lolos seleksi. Nilai kerja sama tahun ini mencapai Rp160,6 miliar, mencakup pelatihan teknis budidaya, manajerial, kewirausahaan, hingga kepemimpinan.
Ketua Komite Pengembangan SDM PKS, Darmansyah, menambahkan bahwa keberhasilan program pelatihan sangat tergantung pada kesiapan lembaga pelatihan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan sarana pelatihan yang memadai, tenaga pengajar yang kompeten, serta koordinasi yang baik dengan dinas perkebunan daerah dan fasilitator lapangan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode I-Mei 2025 Melorot Rp205,59 Per Kg
“Kami ingin pelatihan ini berdampak nyata, bukan hanya seremonial. Maka kualitas pengajar dan komunikasi menjadi kunci,” ujarnya.
Setelah sesi penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis oleh Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar. Ia menjelaskan mekanisme pelatihan, termasuk pencairan dana, komponen pembiayaan, hingga pelaporan kegiatan.
Direktur Penyaluran Dana BPDP, Alfansyah, menutup acara dengan menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelatihan. “Kita tidak hanya mengejar jumlah peserta, tapi juga mutu hasil pelatihan. SDM sawit harus punya kompetensi teknis dan semangat berdaya saing,” ucapnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 21-27 Mei 2025 Tertinggi Rp 3.329,05 per kg
Sejak dimulai pada 2016, program pelatihan SDM sawit BPDP telah menjangkau 18.477 peserta. BPDP berkomitmen untuk terus memperluas cakupan dan dampak program ini agar emakin banyak pekebun merasakan manfaatnya. (T2)
