“Kita perlu memahami karakteristik unik setiap generasi. Ruang kolaborasi yang inklusif akan memperkuat sinergi dan meningkatkan produktivitas,” tambahnya.
Menariknya, untuk menggambarkan pentingnya komunikasi yang efektif, Dodi menggunakan analogi sederhana: pisang goreng.
“Ketika kita menawarkan pisang goreng, kita harus tahu dulu apa yang diinginkan orang. Apakah mereka suka yang renyah atau manis? Filosofinya sederhana, tapi ini soal bagaimana kita bisa menarik perhatian, mendengar kebutuhan, dan menyampaikan pesan dengan tepat,” jelasnya.
BACA JUGA: Berbahan Tandan Kosong, Helm Sawit Tembus Pasar Nasional
Dengan pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai lokal, inovasi, dan keberlanjutan, ia berharap bisa menjadi pionir dalam transformasi industri sawit. Perusahaan ini juga terus mendorong upaya berkelanjutan melalui pelatihan internal, kemitraan masyarakat, dan adopsi teknologi baru.
“Kita harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan harapan generasi masa kini. Keberlanjutan bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang masa depan perusahaan dan planet kita,” tutup Dodi. (T2)
Lebih lengkap Baca Majalah InfoSAWIT Edisi April 2025
