InfoSAWIT, PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat regulasi harga tandan buah segar (TBS) sawit, demi memastikan petani mendapatkan harga yang adil. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan bahwa penyusunan rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) sedang berlangsung sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam membenahi tata kelola harga sawit yang selama ini dinilai masih timpang.
Pernyataan ini disampaikan Vasko saat menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apkasindo) Sumatera Barat di Padang, Selasa (10/6). Dalam pidatonya, Vasko menegaskan komitmennya untuk berada di barisan terdepan dalam membela petani sawit.
“Salah satu keluhan utama yang saya temui di lapangan adalah soal keterbukaan harga. Banyak perusahaan yang tidak transparan dalam membuka data invoice sebagai dasar penetapan harga TBS. Ini yang akan kita benahi melalui Pergub,” tegas Vasko dilansir InfoSAWIT dari jernihnews, Jumat (13/6/2025).
BACA JUGA: Gebrakan Investasi Sawit di Beltim, Pabrik Sawit Baru Buka Peluang Kerja
Menurutnya, meski Pemerintah Provinsi telah berkali-kali mengeluarkan peringatan kepada perusahaan, implementasi di lapangan terkendala karena kewenangan teknis pengawasan lebih banyak berada di pemerintah kabupaten dan kota. Oleh karena itu, regulasi yang lebih kuat dari tingkat provinsi dinilai sangat penting agar tata niaga sawit bisa lebih berpihak kepada petani.
“Kami ingin ada mekanisme penetapan harga yang tidak berat sebelah. Harus ada keadilan bagi petani, dan itu harus dibentengi secara hukum,” ujarnya.
Langkah Pemprov Sumbar ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pengurus Apkasindo Sumbar. Ketua terpilih DPW Apkasindo, Jufri Nur, menilai bahwa keberpihakan Vasko terhadap petani bukan hanya muncul saat menjabat, tetapi sudah terlihat sejak lama.
“Kami melihat keberpihakan beliau sudah konsisten sejak sebelum menjadi Wakil Gubernur. Hari ini kami semakin yakin, perjuangan petani sawit di Sumbar akan mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah,” ungkap Jufri.
Vasko juga menyampaikan bahwa Sumbar saat ini mencatatkan harga sawit tertinggi di Indonesia. Ia menyebut pencapaian itu bukan semata karena regulasi, tetapi juga berkat kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi petani, dan pelaku usaha yang memiliki komitmen terhadap keadilan harga.
