InfoSAWIT, PALEMBANG – Sebanyak 119 petani dan pengurus koperasi kelapa sawit dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit yang dilaksanakan pada 10–14 Juni 2025, di Hotel Emilia, Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dengan pelaksanaan teknis oleh IPB Training.
Pelatihan ini menjadi respons terhadap kebutuhan mendesak peningkatan kapasitas teknis petani sawit dalam praktik panen dan pascapanen yang selama ini menjadi titik krusial dalam rantai produksi sawit rakyat. Pendekatan yang digunakan menggabungkan pembelajaran klasikal, praktik lapangan, serta diskusi kelompok berbasis pengalaman peserta.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Agus Darwa, yang membuka acara secara resmi, menyatakan bahwa Sumsel merupakan salah satu provinsi dengan luas kebun sawit terbesar di Indonesia, yaitu mencapai 1,3 juta hektare, dan sebagian besar dikelola oleh petani swadaya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-Juni 2025 Turun Rp138,58 per Kg
“Panen yang dilakukan tidak sesuai standar bisa menyebabkan kerusakan buah, kehilangan rendemen, bahkan mempercepat degradasi lahan. Melalui pelatihan ini, kami ingin petani mampu memanen dengan cara yang benar, efisien, dan tetap menjaga kebun untuk generasi berikutnya,” tegas Agus dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (16/6/2025).
Ia menambahkan bahwa dari sekitar 1,2 juta petani sawit di Sumsel, baru 2.500 orang yang mendapatkan pelatihan tahun ini. Oleh karena itu, peserta pelatihan kali ini juga diharapkan menjadi duta edukasi bagi kelompok tani di wilayah masing-masing.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel dalam membangun sektor sawit rakyat yang lebih adaptif dan berdaya saing melalui pendekatan resiliensi, akselerasi, dan edukasi.
BACA JUGA: Transformasi Digital Jadi Kunci Masa Depan Industri Sawit
Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanto, M.M., LCPC, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya transfer ilmu, tetapi proses membangun kesadaran petani tentang pentingnya pengelolaan panen secara ilmiah dan terukur.
“Banyak petani belum menyadari bahwa kesalahan kecil dalam panen bisa berdampak besar terhadap mutu buah. Lewat pelatihan ini, kami ingin mereka tidak hanya tahu caranya, tetapi mengerti mengapa itu penting,” ujar Sigit.
