Mengenal Industri Sawit Lewat Lapangan, Institut Ini Latih Mahasiswa Jadi SDM Siap Industri

oleh -2.460 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Para mahasiwa turun langsung ke kebun dan laboratorium, menjalani praktek lapang intensif yang dirancang menyerupai kondisi industri kelapa sawit sesungguhnya.

InfoSAWIT, YOGYAKARTA — Bagi 120 mahasiswa penerima beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) di INSTIPER Yogyakarta, kuliah tak lagi sekadar duduk di kelas. Selama Mei hingga Juni 2025, mereka turun langsung ke kebun dan laboratorium, menjalani praktek lapang intensif yang dirancang menyerupai kondisi industri kelapa sawit sesungguhnya.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga ajang pembuktian bahwa pendidikan tinggi bisa melahirkan sumber daya manusia siap kerja yang memahami industri kelapa sawit secara menyeluruh—mulai dari teknis budidaya, mekanisasi kebun, hingga hilirisasi produk seperti biodiesel, sabun, dan margarin.

Praktek lapang ini melibatkan empat program studi: Agroteknologi, Agribisnis, Teknik Pertanian, dan Teknologi Hasil Pertanian. Proses pembelajaran berlangsung di dua lokasi: kampus INSTIPER Yogyakarta dan kebun SEAT KP2 Bawen, Ungaran. Mahasiswa dibagi ke dalam gelombang sesuai program studi, didampingi oleh dosen dan teknisi yang berperan sebagai mentor langsung.

BACA JUGA: Kolaborasi UI dan Agrinas, Langkah Nyata Membangun Perkebunan Berbasis Inovasi Berkelanjutan

Wakil Rektor I Bidang Akademik INSTIPER, Dr. Maria Ulfah, menjelaskan bahwa praktek lapang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir logis mahasiswa: menganalisis masalah, menyusun solusi berdasarkan data, dan mengambil keputusan di lapangan.

“Ini bukan hanya soal menerapkan teori, tetapi bagaimana mahasiswa belajar memahami kompleksitas industri dari hulu ke hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (24/6/2025).

Pada bagian hulu, mahasiswa diajak mengelola kebun sawit mulai dari persiapan lahan, pembibitan, perawatan, hingga panen. Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi modern juga menjadi bagian penting dari praktek ini. Mahasiswa dikenalkan penggunaan drone untuk akuisisi data kebun, pemetaan desain, dan analisis kesehatan tanaman dengan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index).

BACA JUGA: Kolaborasi UI dan Agrinas, Langkah Nyata Membangun Perkebunan Berbasis Inovasi Berkelanjutan

Betti Yuniasih, M.Sc., dosen pengampu bagian pemetaan, menyebut bahwa integrasi teknologi drone dalam pembelajaran membantu mahasiswa memahami sistem pemantauan kebun berbasis data spasial. Hasil foto multispektral, katanya, dapat mendeteksi indikasi gangguan seperti serangan hama atau penyakit.

“Mahasiswa tidak hanya melihat kondisi kebun dengan mata telanjang, tetapi juga membaca data vegetasi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan kebun,” jelas Betti.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com