Langkah ini dinilai sebagai lompatan baru dalam pola kemitraan antara BUMN dan sektor swasta, yang selama ini berjalan secara terpisah.
Pertemuan ini juga menandai pergeseran paradigma dalam pembangunan sektor sawit nasional. Jika sebelumnya pendekatan lebih banyak berbasis korporasi atau kebijakan makro, maka kini pendekatan kemitraan operasional yang konkret mulai ditonjolkan.
Menurut kedua belah pihak, masa depan industri sawit nasional harus dibangun di atas semangat kolaborasi, transparansi, dan keberlanjutan. Terlebih, tantangan global dari sisi regulasi, isu lingkungan, hingga permintaan pasar internasional menuntut industri sawit Indonesia untuk berbenah dari hulu hingga hilir. (T2)
