InfoSAWIT, JAKARTA – Di tengah tantangan stagnasi produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional, dua kekuatan penting di sektor ini sepakat untuk mempererat sinergi. PT Agrinas Palma Nusantara (APN) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) duduk bersama dalam suasana informal namun penuh makna di kantor pusat APN, HK Tower, Cawang, Jakarta, membahas langkah konkret untuk memperkuat daya saing industri sawit nasional.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat — ditemani kopi dan kudapan ringan — dipimpin oleh Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, yang hadir bersama jajaran pengurus dan tim kehutanan GAPKI. Mereka diterima langsung oleh Direktur Utama APN, Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo SE, bersama petinggi APN lainnya, termasuk Kusdi Sastro Kidjan.
Perbincangan mengalir membahas isu utama yang telah lama menjadi kekhawatiran bersama: stagnasi produktivitas sawit nasional. Baik GAPKI maupun APN menilai bahwa kondisi ini tak bisa dibiarkan terus berlarut, mengingat peran strategis kelapa sawit sebagai penopang ekonomi, sumber energi terbarukan, serta pilar penting ketahanan pangan Indonesia.
BACA JUGA: BACA JUGA: Promosi Sawit Ajak UMKM dan Edukasi Anak, Ini Terobosan BPDP di ITTIE 2025
Kusdi dari APN menegaskan bahwa kehadiran APN bukan untuk bersaing, melainkan sebagai mitra strategis bagi para pelaku usaha sawit, termasuk anggota GAPKI. Ia menyebut APN sebagai “sahabat pengusaha sawit” yang siap membangun masa depan industri ini bersama-sama.
“APN akan terus menjadi sahabat bagi para pengusaha sawit Indonesia bergerak bersama, bersinergi membangun masa depan bisnis sawit yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ungkap Kusdi, dilansir InfoSAWIT dari laman resmi APN, Minggu (28/6/2025).
BACA JUGA: Pekebun Sawit Batubara Kunjungi Kebun SIPEF dalam Program Pelatihan BPDP, Belajar dari yang Terbaik
APN sendiri, sebagai BUMN di bawah naungan holding pangan, punya mandat untuk memperkuat rantai pasok pangan dan energi berbasis kelapa sawit. Dalam konteks itulah, kerja sama dengan GAPKI dinilai sangat strategis dan saling melengkapi.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari pertemuan tersebut, disepakati pembentukan gugus tugas bersama antara GAPKI dan APN. Gugus tugas ini akan bertugas menyusun teknis rencana Kerja Sama Operasi (KSO) antara APN dengan anggota GAPKI, terutama dalam hal pengembangan lahan, penyediaan bibit unggul, peremajaan kebun, serta sistem logistik dan hilirisasi.
