InfoSAWIT, SAMARINDA – Komitmen Kalimantan Timur dalam mendorong transformasi sektor kelapa sawit kembali ditegaskan melalui Rapat Persiapan Pelaksanaan Forum Konsultasi Daerah (FKD) yang digelar pada Selasa lalu. Bertempat di Ruang Rapat Hevea, Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim), agenda ini menjadi langkah awal dalam merancang peta jalan transformasi sawit yang inklusif dan berkelanjutan.
Rapat dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kaltim, Andi Siddik, yang menegaskan pentingnya peran sawit sebagai penopang ekonomi provinsi setelah sektor pertambangan. Ia menyebut, transformasi tidak cukup hanya dari sisi teknis, tetapi juga harus dibangun lewat kolaborasi lintas sektor dan pemangku kepentingan.
“Kita perlu menyatukan perspektif antara pemerintah, pelaku usaha, pekebun, dan mitra pembangunan agar transformasi ini tidak hanya berjalan, tetapi juga berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Andi dilansir InfoSAWIT dari laman resmi Disbun Kaltim, Jumat (11/7/2025).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Rabu (9/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Terus Menguat
FKD dirancang sebagai forum strategis untuk membangun kesepahaman dalam menyusun langkah-langkah konkret memperbaiki tata kelola sawit, khususnya pada level pekebun rakyat yang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya produktivitas hingga minimnya akses terhadap pasar berkelanjutan.
Perwakilan dari GIZ, Ade Cahyat dan Fajar Lizmawan, turut hadir dalam rapat tersebut bersama jajaran pejabat Eselon III Disbun Kaltim dan Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan (FKPB). GIZ sebagai mitra pembangunan aktif mendampingi proses ini dalam kerangka penguatan tata kelola dan kelembagaan sektor sawit.
Ade Cahyat menjelaskan bahwa forum FKD tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga sebagai pijakan bersama dalam mengidentifikasi praktik terbaik, menyusun strategi peningkatan kesejahteraan petani, serta memperkuat kapasitas kelembagaan lokal.
BACA JUGA: Agrinas Berangkatkan 48 Pegawai Batch IV, Bawa Misi Perubahan ke Empat Wilayah
“Kita ingin menghadirkan praktik terbaik dalam rantai pasok, perbaikan kesejahteraan petani, serta peningkatan kapasitas kelembagaan lokal,” ujarnya. Ia menambahkan, hasil forum diharapkan mampu mendorong aksi nyata di tingkat tapak.
Sementara itu, Fajar Lizmawan memaparkan bahwa materi dalam FKD akan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari skala produksi, ketenagakerjaan, dan nilai tambah, hingga tren pasar global serta tantangan dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan.
