Kemenko Dorong ISPO Lebih Komprehensif, dari Hulu hingga Hilir

oleh -3.451 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Dida Gardera, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

InfoSAWIT, JAKARTA Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terus dikembangkan agar mencakup seluruh rantai pasok kelapa sawit, mulai dari sektor hulu hingga produk hilir yang digunakan sehari-hari. Hal ini disampaikan oleh Dida Gardera, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam sebuah Seminar, belum lama ini.

Dida mengungkapkan masih adanya sejumlah lokasi perkebunan yang sedang dalam proses sertifikasi ISPO, namun ternyata berada di dalam kawasan hutan. Menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah agar proses sertifikasi berjalan sesuai prinsip legalitas lahan.

“Beberapa lokasi yang tengah dalam proses mendapatkan ISPO, ternyata masih berada dalam kawasan hutan. Kita harus pastikan semua data dari Kementerian Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, dan berbagai pihak terkait lengkap dan terverifikasi. Tujuannya agar lahan tersebut benar-benar berada di luar kawasan hutan dan sesuai aturan,” jelas Dida dikutip InfoSAWIT saat menghadiri Acar di Bandung pertengahan Juli 2025 lalu.

BACA JUGA: 84 Petani Sawit Aceh Peroleh Pelatihan Teknis Budidaya, Siap Hasilkan Panen Melesat

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan sistem ISPO saat ini tak hanya fokus pada aspek budidaya di sektor perkebunan, melainkan juga telah menyentuh sektor hilir, seperti produk turunan kelapa sawit yang digunakan masyarakat sehari-hari, mulai dari minyak goreng, sampo, hingga sabun.

“Ke depan, sertifikasi ISPO harus mencakup aspek keberlanjutan dari semua lini, termasuk memastikan dari mana produk itu berasal, apakah dari petani perempuan, dan bagaimana dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Dida juga menekankan pentingnya inovasi dalam sektor sawit nasional, baik dari sisi teknologi maupun penguatan sumber daya manusia, agar komoditas ini terus memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi di pasar global.

BACA JUGA: Pemkab Bangka Tengah Gencarkan Sosialisasi Sertifikasi ISPO untuk Pekebun Sawit

“Kelapa sawit adalah komoditas unggulan Indonesia. Maka dari itu, pengembangan teknologi dan SDM harus terus ditingkatkan agar industri ini memberikan kontribusi ekonomi yang makin besar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dida juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara yang mengangkat tema keberlanjutan dan penguatan industri sawit. Menurutnya, forum-forum seperti ini perlu digelar secara berkala untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan.

Terkait hubungan perdagangan global, khususnya dengan Amerika Serikat, Dida menyatakan bahwa pemerintah terus menjalin komunikasi dan siap menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi.

BACA JUGA: Dorong Produktivitas dan Perlindungan Petani Sawit, HIPMI Sultra dan SPKS Gandeng Jasindo

“Kita terus menjalin komunikasi dalam kerangka perdagangan internasional, termasuk dengan Amerika Serikat. Meski masih menunggu sikap resmi dari mereka, yang jelas Indonesia siap dengan berbagai kemungkinan yang ada,” pungkasnya. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com