InfoSAWIT, JAMBI — Menghadapi ancaman meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi, Rabu (30/7/2025), guna memastikan kesiapan pengendalian karhutla, khususnya di kawasan gambut yang sangat rentan terbakar.
Kunjungan dimulai dengan pemantauan udara menggunakan helikopter di atas kawasan Desa Gambut Jaya, Kabupaten Muaro Jambi. Dari ketinggian, Menteri Hanif meninjau langsung kondisi tutupan lahan, tinggi muka air gambut, dan potensi titik api di kawasan tersebut.
“Pemantauan udara ini sangat penting untuk memastikan efektivitas berbagai infrastruktur pembasahan gambut yang telah dibangun. Kawasan seperti Gambut Jaya memerlukan pengelolaan ekstra untuk mencegah kebakaran besar,” ujar Menteri Hanif dalam keterangan resmi dikutip InfoSAWIT, Sabtu (2/8/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 1-7 Agustus 2025 Naik Rp. 50,24 per Kg
Usai pemantauan, Menteri Hanif memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Karhutla yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Rapat ini dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, unsur Forkopimda, BPBD, dan berbagai elemen masyarakat peduli api.
Dalam arahannya, Menteri Hanif menekankan bahwa pencegahan karhutla memerlukan kolaborasi menyeluruh lintas sektor. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Ini tanggung jawab bersama. Saya mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jambi yang aktif mengoordinasikan penanggulangan karhutla,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi lapangan, Brigjen TNI Heri Purwanto menyampaikan 11 langkah prioritas, salah satunya adalah pembentukan posko penjagaan di titik-titik rawan karhutla. “Posko ini menjadi garda depan dalam mendeteksi dan merespons potensi kebakaran sebelum meluas,” jelasnya.
BACA JUGA: Pelaku Industri Kreatif Malaysia Ikuti Workshop Malam Batik Sawit di Laweyan
Berdasarkan data KLH/BPLH, sepanjang 1 Januari hingga 28 Juli 2025, luas lahan terbakar di Jambi telah mencapai 421,77 hektare, mencakup hampir 10 persen dari total karhutla nasional. Menteri Hanif menyebut angka tersebut sebagai sinyal penting bahwa pengawasan dan mitigasi harus diperkuat, terutama di wilayah gambut.
Sebagai wujud dukungan konkret, KLH/BPLH menyerahkan bantuan alat penanggulangan karhutla kepada Pemprov Jambi. Bantuan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan petugas di lapangan.
