Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan Fire Danger Rating System (FDRS), beberapa wilayah di Jambi berpotensi mudah terbakar pada 30 Juli, 1–3 Agustus, dan 5 Agustus 2025, terutama di bagian tengah dan timur provinsi. “Kesiapsiagaan sejak dini mutlak diperlukan untuk menekan risiko,” tegasnya.
Menteri Hanif menutup agenda dengan apresiasi bagi seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam upaya penanggulangan karhutla. “Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api. Sinergi dan dedikasi Anda adalah benteng terakhir kita dalam menjaga lingkungan hidup.”
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda nasional KLH/BPLH untuk memastikan bahwa strategi pengendalian karhutla, terutama di ekosistem gambut, berjalan efektif dan berkelanjutan demi menjaga keseimbangan lingkungan serta keselamatan masyarakat. (T2)
