InfoSAWIT, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menggenjot sektor kelapa sawit sebagai pilar baru ekonomi daerah di tengah menurunnya aktivitas tambang. Melalui Dinas Perkebunan, pemprov menyiapkan strategi untuk menarik lebih banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Pemerintah sedang menilai langkah-langkah agar investor bisa masuk ke industri kelapa sawit, khususnya di Kaltim. Harapannya program ini bisa terus berjalan,” ujar Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Andi M. Siddik dikutip InfoSAWIT dari Kaltimpost, Rabu (20/8/2025).
Data Disbun mencatat, Kaltim memiliki sekitar 220 perusahaan sawit dengan 110 pabrik pengolahan. Kutai Timur menjadi wilayah dengan kebun sawit terluas mencapai 400 ribu hektare, disusul Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara. “Ketiga wilayah itu memang menjadi sentra utama pengembangan kelapa sawit di Kaltim,” jelas Andi.
BACA JUGA: Perkebunan Sawit di Kalteng Rawan Narkotika, Gapki Gandeng BNN Perketat Pengawasan Pekerja
Selain mengandalkan perusahaan besar, pemprov juga menyiapkan major project pengembangan sawit rakyat. Program ini ditujukan agar petani tak hanya menjadi pemasok, tetapi juga bisa mengelola usaha hingga memiliki pabrik sendiri. “Harapannya petani bisa mandiri dan naik kelas,” tambahnya.
Meski potensinya besar, hilirisasi industri sawit di Kaltim dinilai masih berjalan lambat. Salah satu kendalanya adalah dominasi kepemilikan perusahaan yang sebagian besar berbasis di Pulau Jawa. “Owner perusahaan kebanyakan di Jawa, sehingga pengembangan industri lanjutan di Kaltim belum maksimal,” ungkapnya.
Untuk memperkuat daya saing, pemprov mendorong sinergi antarperusahaan sawit melalui keanggotaan di Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Saat ini, baru sekitar 77 dari 220 perusahaan di Kaltim yang tergabung. “Harapan gubernur, semakin banyak perusahaan masuk ke Gapki agar kinerjanya lebih terarah,” kata Andi.
BACA JUGA: Disbun Sulbar Pantau Harga dan Pengolahan Sawit di Pasangkayu
Dengan strategi tersebut, Pemprov Kaltim optimis mampu menjadikan wilayahnya sebagai pusat industri sawit yang tidak hanya tangguh di sektor hulu, tetapi juga maju dalam hilirisasi serta menarik investasi kelas dunia. (T2)
