InfoSAWIT, JAKARTA – Upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) perkebunan nasional kini memasuki babak baru. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang selama ini dikenal lewat program beasiswa sawit, resmi memperluas mandatnya untuk mencakup komoditas kelapa dan kakao.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa pengembangan SDM menjadi kunci dalam mendorong industri perkebunan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
“Pengembangan SDM sawit menjadi tonggak utama dalam mewujudkan industri perkebunan berkelanjutan. Namun, ke depan program ini juga akan menyentuh sektor kelapa dan kakao sesuai mandat baru yang kami emban,” ujarnya pada penandatanganan kerja sama program beasiswa di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 20-26 Agustus 2025 Naik Rp. 37,52 per kg
Beasiswa Sawit Terus Diperkuat
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2016, program beasiswa sawit telah menjangkau 9.265 penerima dengan total realisasi dana Rp938 miliar. Tahun ini, BPDP menyalurkan beasiswa kepada 4.000 penerima baru dari jenjang D1 hingga S1, yang tersebar di 71 program studi dan bekerja sama dengan 41 perguruan tinggi.
Prioritas tetap diberikan kepada anak pekebun, pekerja perkebunan, penyuluh, hingga aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di sektor sawit. Harapannya, lulusan tidak hanya terserap di industri besar, tetapi juga kembali ke daerah asal untuk memperkuat perkebunan rakyat.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP kini tidak hanya mengelola dana perkebunan sawit, tetapi juga kelapa dan kakao. Dengan mandat baru ini, program beasiswa dan peningkatan kapasitas SDM diproyeksikan meluas ke dua komoditas unggulan tersebut.
BACA JUGA: BPDP Dukung Produksi CPO Tembus 60 Juta Ton pada 2030
“BPDP berkomitmen terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi generasi muda perkebunan. Dengan begitu, pengembangan industri perkebunan nasional tidak hanya bertumpu pada sawit, tetapi juga kelapa dan kakao,” tegas Eddy. (T2)
