InfoSAWIT, JAKARTA – Menyusul meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau 2025, Sinar Mas Agribusiness and Food mengambil langkah strategis dengan memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Bersama Manggala Agni, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, perusahaan menyelenggarakan pelatihan sepanjang tahun bagi Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) di lima wilayah rawan kebakaran, termasuk Sumatra Selatan, Riau, dan Kalimantan Barat.
Sejak 2018, kemitraan ini telah melatih lebih dari 1.200 relawan KTD. Tahun ini, sebanyak 225 personel dilibatkan untuk merespons peringatan kebakaran dan titik panas (hotspot) di wilayah masing-masing. Para peserta mengikuti pelatihan berdasarkan tiga pilar utama: pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakebakaran. Materinya mencakup edukasi masyarakat, simulasi kebakaran, penyusunan peta risiko, hingga strategi respons cepat dengan target api terkendali maksimal 24 jam setelah terdeteksi.
“Pendekatan ini mencerminkan komitmen kami untuk melindungi hal-hal yang penting, mulai dari manusia dan aset kami hingga lingkungan yang kita jaga bersama,” ujar Head of Operations Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, Haskarlianus Pasang, dikutip InfoSAWIT, Jumat (12/9/2025). Ia menambahkan, perusahaan terus memanfaatkan teknologi untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran, mengurangi emisi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
BACA JUGA: Uni Eropa Tegaskan, Operator Wajib Pastikan Produk Sawit Legal dan Bebas Deforestasi
Hal senada disampaikan Anselmus Ahmad Supriyanto, Head of Peat and Fire Management Sinar Mas Agribusiness and Food. Menurutnya, keberhasilan pencegahan kebakaran tidak hanya ditentukan oleh kapasitas teknis, tetapi juga tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat. “Personel KTD kami adalah agen perubahan. Lebih dari sekadar menguasai peralatan, mereka menginspirasi masyarakat untuk peduli pada lahan yang kita jaga bersama,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan, perusahaan juga bekerja sama dengan Masyarakat Siaga Api, sebuah inisiatif berbasis komunitas yang fokus pada pemantauan dan pelaporan potensi kebakaran. Kolaborasi ini diperkuat dengan dukungan teknologi, termasuk GeoSMART Fire (GSF) yang terintegrasi dalam Sustainability Information System (GSIS), serta CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) di konsesi Riau dan Kalimantan Barat. Teknologi AI mampu mendeteksi asap dalam radius 10 kilometer dan kerap mengidentifikasi potensi kebakaran lebih cepat dibandingkan satelit.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode I-September 2025 Naik Rp 96,16 per Kg
Dengan kombinasi pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi canggih, Sinar Mas Agribusiness and Food menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan, mengurangi emisi, dan menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (T2)
