InfoSAWIT, JAKARTA – Suasana diskusi mendadak hening ketika Sander Happaerts, Green and Digital Counsellor Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN, angkat bicara. Ucapannya singkat, namun sarat pesan.
“Ada dua aspek penting dalam EU Deforestation Regulation (EUDR),” katanya tegas. “Yang pertama adalah legalitas produk. Produk yang masuk ke pasar Uni Eropa harus legal.”
Happaerts menegaskan, dalam regulasi EUDR, tanggung jawab bukan lagi di pundak negara pengirim, melainkan di perusahaan—atau dalam istilah resmi, operator. Mereka wajib menjalankan due diligence, memastikan sejak awal bahwa produk yang dipasarkan ke Eropa tidak berasal dari deforestasi ataupun pelanggaran hukum.
BACA JUGA: RSPO–APKASINDO Sepakat Dorong Penerapan Sawit Rakyat Berkelanjutan
Setiap produk yang masuk akan diperiksa otoritas negara anggota Uni Eropa. Bila terbukti ilegal dan operator diketahui seharusnya menyadari hal tersebut, sanksinya bisa sangat berat. “Tak ada bisnis yang ingin mengambil risiko sebesar itu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini akan membuat operator jauh lebih berhati-hati. Kabar tentang konflik agraria atau dugaan pelanggaran hukum di suatu perkebunan, misalnya, bisa membuat perusahaan memilih mundur. “Kalau tidak yakin, mereka tidak akan ambil produk dari sana,” jelas Happaerts.
Meski begitu, ia mengakui sistem EUDR cukup rumit. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: siapa yang bertanggung jawab menjalankan regulasi ini? Ia menekankan dengan lugas, “Bukan pemerintah. Regulasi ini disepakati oleh negara-negara anggota Uni Eropa dan Parlemen Eropa. Tapi yang terkena kewajiban adalah perusahaan, bukan negara.”
BACA JUGA: Nusron Wahid Ungkap Telah Terbitkan 57 Sertifikat Tanah Ulayat, Jauh dari Target Nasional
Namun, pintu kerja sama tetap terbuka. Bila ada inisiatif dari pemerintah negara asal untuk membantu implementasi, Uni Eropa akan menyambut positif. “Tapi kalau justru menambah beban bagi perusahaan, itu akan disayangkan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Happaerts membuka ruang komunikasi lebih lanjut. “Kalau ada pertanyaan spesifik atau kasus tertentu yang ingin ditanyakan, kirimkan ke kami. Kami akan coba carikan jawabannya.”
Pesan yang ia sampaikan jelas, di era transparansi global, tanggung jawab kini berada di tangan operator. Dan bagi bisnis yang mengincar pasar Eropa, mengambil risiko bukanlah pilihan. (T2)
