Sementara itu, Shatadru Chattopadhayay, Managing Director Solidaridad Asia, menambahkan: “Konsumen di India dan Asia Selatan membutuhkan minyak nabati yang terjangkau, terlacak, dan diproduksi secara bertanggung jawab. Peran kami memastikan keberlanjutan dapat diterapkan oleh produsen sekaligus bernilai bagi pembeli, dengan dukungan data kredibel, pemberdayaan petani, dan wawasan pasar.”
Mengapa Penting
Stabilitas pasokan: dialog produsen–konsumen untuk mengatasi fluktuasi harga, gangguan logistik, dan risiko kebijakan.
Keberlanjutan inklusif: pelatihan praktik pertanian ramah iklim, penguatan organisasi petani, serta akses pembiayaan.
BACA JUGA: Kementan Dorong Koperasi Sawit Maksimalkan Akses Program PSR dan Sarpras
Keterlacakan dan kepercayaan: penguatan sistem traceability digital untuk kepatuhan NDPE dan transparansi kepada pembeli.
Koherensi kebijakan: penyusunan posisi bersama di forum global, termasuk opsi kriteria keberlanjutan dalam pengadaan publik India.
APOA, yang beranggotakan asosiasi minyak nabati dari India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, dan Nepal di bawah koordinasi SEA India, akan mewakili kepentingan pasar konsumen. CPOPC, organisasi antar-pemerintah yang digagas Indonesia dan Malaysia bersama negara produsen lainnya, akan memimpin dari sisi produsen. Solidaridad akan bertindak sebagai mitra teknis, menjembatani standar keberlanjutan, traceability digital, serta inklusi petani kecil dengan solusi berbasis data. (T2)
