InfoSAWIT, WASHINGTON, D.C. — Setelah mencatat pertumbuhan selama tiga tahun berturut-turut, pasar minyak sawit di Amerika Serikat mengalami sedikit kontraksi pada 2024, dengan tingkat konsumsi turun menjadi 1,6 juta ton dan nilai pasar terkoreksi ke US$1,6 miliar. Namun, para analis menilai penurunan ini bersifat sementara, sebab tren jangka panjang menunjukkan arah pertumbuhan yang tetap positif.
Berdasarkan proyeksi terbaru, permintaan minyak sawit di AS diperkirakan meningkat stabil hingga 2035, dengan volume mencapai 2,2 juta ton dan nilai pasar menembus US$2,4 miliar. Laju pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) diprediksi sebesar 2,6% untuk volume dan 4,2% untuk nilai pasar.
Indonesia tetap menjadi pemasok utama, menyumbang 86% dari total impor AS atau sekitar 1,8 juta ton pada 2024. Sementara itu, ekspor minyak sawit dari AS mencapai 137 ribu ton, dengan Kanada sebagai tujuan utama yang menyerap sekitar 79% dari total ekspor.
BACA JUGA: Produsen Benih Sawit Siap Dukung Pengawasan dan Produksi Berkelanjutan
Dilansir InfoSAWIT dari indexbox, Minggu (26/10/2025), pasar minyak sawit AS didominasi oleh produk olahan (refined palm oil) yang mencapai 98% dari total impor dan 94% dari ekspor. Harga impor rata-rata tercatat sekitar US$995 per ton, sedangkan harga ekspor berada di kisaran US$1.149 per ton.
Meski konsumsi sempat melemah, permintaan industri pangan dan bioenergi di AS terus menjadi pendorong utama bagi pasar minyak sawit. Tren substitusi terhadap minyak nabati lain yang lebih mahal, serta meningkatnya kebutuhan bahan baku energi terbarukan, juga memberikan optimisme bagi pelaku industri.
Sejumlah analis menilai, stabilitas pasokan dari Asia Tenggara, terutama dari Indonesia dan Malaysia, akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan rantai pasok minyak sawit di pasar Amerika. Di sisi lain, meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan dan sertifikasi hijau diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan impor AS di masa mendatang.
BACA JUGA: SPKS Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Biodiesel B50, Jangan Jadikan Petani Sebagai Tumbal
Dengan demikian, meski 2024 menandai fase penyesuaian, pasar minyak sawit AS tetap menunjukkan fundamental yang kuat dan berpotensi menjadi salah satu kawasan tujuan utama ekspansi industri sawit global dalam dekade berikutnya. (T2)
