Tiga negara dengan pertumbuhan tertinggi adalah Filipina, naik 17,6%; Arab Saudi, naik 14,6%; Kenya, naik 7,9%.
Sementara itu, penurunan impor terbesar terjadi di, Tiongkok daratan, turun -33,7%; Italia, turun -22,5%; Mesir, turun -12,7%; Turki, turun -7,7%.
Lonjakan Impor di Negara Non-Tradisional
Dari 100 negara pengimpor utama minyak sawit, tercatat beberapa pasar baru yang menunjukkan pertumbuhan sangat cepat.
BACA JUGA: PTPN III Dorong Transformasi Bisnis Perkebunan dari Product-Centric ke Customer-Centric
Negara-negara seperti Peru (naik 219,3%), Papua Nugini (190,8%), Tanzania (147,2%), Honduras (104,2%), dan Nigeria (88,2%) menjadi perhatian sebagai pasar potensial baru di luar jalur tradisional perdagangan sawit Asia.
Untuk kepentingan perdagangan dan penelitian, minyak sawit dikategorikan dalam kode Harmonized Tariff System (HS) 1511, yang mencakup minyak kelapa sawit mentah maupun hasil olahannya, baik yang telah dimurnikan atau belum. (T2)
