IPOC 2025: Dorab Mistry Prediksi Harga Sawit Tembus 5.500 Ringgit

oleh -3.860 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Dorab Mistry, Director Godrej International Ltd.

InfoSAWIT, NUSA DUA — Optimisme besar terhadap penguatan harga minyak sawit global kembali mengemuka dalam Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and Price Outlook 2026. Dorab Mistry, Director Godrej International Ltd., memaparkan serangkaian faktor yang menurutnya akan membawa industri sawit memasuki fase bullish sepanjang 2026. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberlanjutan momentum positif sangat bergantung pada peran pemerintah, terutama Indonesia.

Mistry membuka paparannya dengan gambaran sederhana tentang kondisi fundamental pasar minyak nabati global: produksi stagnan, permintaan terus meningkat.

“Harga oilseed pada tingkat saat ini tidak menarik. Petani di seluruh dunia tidak bahagia dan tidak mendapat keuntungan. Penanaman oilseed stagnan di hampir semua negara,” ujarnya dalam acara yang dihadiri InfoSAWIT tersebut. “Produksi sawit juga flat, produktivitas menurun, sementara biodiesel terus tumbuh karena subsidi yang baik dan dorongan lingkungan.”

BACA JUGA: IPOC 2025: Perbaiki Persepsi, Bangun Kepercayaan—Palm Oil Harus Menang dalam “Lomba Global” Reputasi

Situasi ini, menurut Mistry, menjadi fondasi dari skenario bullish. “Jika produksi datar dan permintaan naik, logikanya harga harus bergerak lebih tinggi.”

Menurut Mistry, sektor pertanian di seluruh dunia menghadapi masalah serupa: pemerintah tidak benar-benar mendorong pertumbuhan.

“Tidak ada negara yang sungguh-sungguh mendorong pertanian untuk menyejahterakan petani. Semua hanya simpati di bibir,” katanya.

BACA JUGA: Menteri PPN: Sawit Bukan Sekadar Komoditas, tapi Jembatan Persahabatan dan Kemanusiaan

Ia secara khusus menyoroti Indonesia dan Malaysia, dua produsen sawit terbesar dunia, yang menurutnya masih memberlakukan kebijakan yang bisa memperlambat perkembangan industri.

“Industri ini telah membawa kemakmuran besar. Indonesia harus mendorong pertumbuhan perkebunan, bukan menahan dengan kebijakan penyitaan lahan atau hambatan lain,” ujarnya, sembari menyebut bahwa pemerintah harus menggunakan instrumen seperti pajak ekspor alih-alih kebijakan yang “membawa industri mundur.”

 

Harga Minyak Mentah Terlalu Rendah, Perubahan Bisa Datang Tahun Depan

Mistry memandang harga minyak mentah global sebagai faktor penting yang memengaruhi harga CPO. Ia menyebut kebijakan energi Pemerintahan Trump yang mendorong peningkatan produksi minyak membuat harga jatuh.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com