Harga CPO Diperkirakan Stabil di Paruh Kedua 2025, Ini Ulasannya

oleh -2.517 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Crude Palm Oil (CPO).

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Momentum ekspor dan efisiensi biaya jadi penopang utama, harga CPO diproyeksikan tetap stabil sepanjang paruh kedua 2025, bertahan di kisaran RM4.000 hingga RM4.300 per ton.

Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia diproyeksikan tetap stabil sepanjang paruh kedua 2025, bertahan di kisaran RM4.000 hingga RM4.300 per ton. Proyeksi ini datang di tengah momentum ekspor yang membaik, tingkat stok yang memadai, dan sejumlah kebijakan yang dinilai dapat menekan biaya produksi.

Public Investment Bank Bhd, dalam laporan riset terbarunya, menyebutkan bahwa stok CPO Malaysia telah melampaui dua juta ton, memberikan penyangga yang solid bagi harga di pasar global. “Saat laporan ini ditulis, harga kontrak berjangka CPO berada di level RM4.330 per ton. Momentum ekspor, khususnya ke India, diperkirakan akan meningkat, didorong oleh selisih harga yang lebar antara minyak sawit dan minyak kedelai serta rendahnya stok dalam negeri India,” tulis Public Investment Bank dilansir dari The Edge Market.

BACA JUGA: SMART SEED 2025: Sinar Mas Agribusiness and Food Dorong Kolaborasi Rantai Pasok Sawit yang Lebih Bertanggung Jawab

Proyeksi harga rata-rata untuk sepanjang tahun ini tetap dipertahankan di level RM4.200 per ton.

Meski paruh pertama tahun ini diwarnai tekanan biaya produksi akibat kenaikan upah minimum dan harga pupuk, prospek semester kedua terlihat lebih positif. Public Investment Bank memperkirakan biaya akan turun berkat kenaikan produktivitas tandan buah segar (TBS) sawit dan tambahan pendapatan dari produk sampingan inti sawit.

“Kredit dari inti sawit diharapkan dapat meringankan beban biaya,” jelas laporan tersebut. Selain itu, mulai Oktober 2025, implementasi iuran wajib 2% ke Dana Provident (EPF) untuk pekerja asing diperkirakan dapat memangkas biaya tenaga kerja kurang dari 1%.

BACA JUGA: CPOPC Dorong Dialog Konstruktif dengan Uni Eropa, Tekankan Pentingnya Implementasi dan Inklusi dalam Kebijakan Sawit

Faktor pendukung lain berasal dari sektor energi. Program biodiesel B40 di Indonesia diperkirakan tetap berada di jalur yang tepat, memberikan dukungan jangka panjang terhadap permintaan minyak sawit sebagai bahan baku biofuel.

Namun, Public Investment juga mengingatkan potensi risiko lingkungan. Meningkatnya titik panas di Sumatra dan Kalimantan berpotensi memicu kabut asap lintas batas jika musim kering berlanjut, yang dapat mengganggu logistik dan rantai pasok. (*)

Lebih lengkap baca majalah InfoSAWIT Edisi September 2025


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com