Luka yang Menganga di Pino Raya, Ketika Konflik Agraria Berujung Peluru

oleh -2.770 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Ilustrasi konflik warga terkait lahan sawit.

Masyarakat Pino Raya merasa ditinggalkan. Pemerintah pusat dan daerah—Kementerian ATR/BPN, gubernur, hingga bupati—dinilai tidak hadir menyelesaikan konflik yang sudah berlangsung 13 tahun lamanya.

Tidak lama setelah kejadian, WALHI bersama 29 eksekutif daerah mengeluarkan pernyataan solidaritas. Nada desakan mereka tegas—bukan sekadar kritik, tetapi panggilan agar negara hadir.

Mereka menuntut, Polda Bengkulu mengusut tuntas penembakan, termasuk legalitas senjata pelaku. Lantas perlindungan bagi korban dan keluarga korban. Kompolnas melakukan pengawasan ketat terhadap penyelidikan. Serta Komnas HAM, Komnas Perempuan, ORI, dan LPSK melakukan investigasi mendalam dan memberi perlindungan menyeluruh. Terakhir Kementerian ATR/BPN segera menyelesaikan konflik agraria secara adil serta mempertimbangkan pencabutan izin PT ABS.

BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Diproyeksi Melonjak 20%, Harga Kompetitif Dorong Permintaan

Hampir setiap keluarga di Pino Raya memiliki cerita tentang lahan, tentang ketakutan, tentang bertahan hidup. Namun hari itu, cerita mereka berubah menjadi kisah luka yang terdengar hingga ke panggung nasional.

Lima petani kini berjuang memulihkan diri, sementara masyarakat menunggu sesuatu yang selama ini terasa begitu jauh, yakni keadilan. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com