InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 14.285/kg pada Selasa (23/12/2025), dengan demikian harga CPO tercatat naik Rp. 70/kg atau naik sekitar 0,49% dibandingkan harga CPO pada Senin (22/12/2025) yang mencapai Rp. 14.215/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 14.285/Kg. Harga FOB Franco Talang Duku ditetapkan Rp. 14.085/Kg. Harga FOB Franco Teluk Bayur ditetapkan Rp. 14.155/Kg. Harga CPO FOB Kaltim dibuka Rp. 13.885/Kg, namun terjadi Withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 13.600/kg.
Sekadar informasi tender CPO KPBN akan ditutup selama libur natal dan tahun baru dimulai sejak 24 Desember 2025 dan tender CPO KPBN akan kembali aktif pada 5 Januari 2026 sesuai Surat No. 21/KPBN/X/09/XII/2025.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 24 Desember 2025 – 13 Januari 2026 Naik 4,54 per Kg
Sementara dilansir Reuters, harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia kembali menguat untuk sesi kedua berturut-turut pada Selasa, (23/12/2025) seiring menguatnya harga minyak kedelai global dan membaiknya permintaan dari China. Sentimen positif tersebut mendorong pelaku pasar kembali masuk setelah pergerakan harga yang cenderung volatil dalam beberapa pekan terakhir.
Harga kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Maret 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 16 per ton atau naik 0,4% menjadi RM 4.001 per metrik ton pada jeda perdagangan tengah hari.
Penguatan harga ini terutama ditopang oleh kinerja pasar minyak nabati lain. Di China, harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange menguat 0,39%, sementara harga kontrak minyak sawit melonjak 1,56%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade terkoreksi 0,51%.
BACA JUGA: Guna Dongkrak Produktivitas, Pelaku Telusuri Sumber Gen Sawit Baru Hingga Afrika
Pergerakan harga minyak sawit kerap mengikuti tren minyak nabati pesaingnya, mengingat komoditas ini bersaing ketat dalam pangsa pasar minyak nabati global. Selain itu, harga minyak mentah dunia yang relatif stabil—setelah melonjak lebih dari 2% pada sesi sebelumnya—turut memberi dukungan. Kekhawatiran gangguan pasokan meningkat menyusul pernyataan Amerika Serikat terkait potensi penjualan minyak mentah Venezuela yang disita, serta serangan Ukraina terhadap kapal dan pelabuhan Rusia.
Sementara itu, data ekspor memberikan gambaran yang beragam. Lembaga survei kargo Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–20 Desember naik 2,4% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, estimasi dari AmSpec Agri Malaysia justru menunjukkan penurunan sebesar 0,87%.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Selasa (23/12/2025):
BACA JUGA: Ketika Ceruk Energi Menuntut produktivitas Sawit Mesti Tinggi
CPO_____
Franco Dumai Rp. 14.285-IBP
FOB Talang Duku Rp. 14.085-MM
Franco Teluk Bayur Rp. 14.155-WIRA
FOB Kaltim Rp. 13.885 (WD) Penawaran Rp. 13.600-EUP
FOB Kalsel Rp. 13.885 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 13.177-WNI
CPKO_____
Franco Dumai Rp. 24.880-EUP
PK_____
Franco Belawan Rp. 11.510-MM
(T2)
