Guna Dongkrak Produktivitas, Pelaku Telusuri Sumber Gen Sawit Baru Hingga Afrika

oleh -5.561 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Bibit Sawit Unggul dalam polybag.

InfoSAWIT, JAKARTA – Tak banyak yang tahu bahwa keberlanjutan sawit Indonesia bukan hanya ditentukan oleh pupuk atau harga pasar saja, melainkan pula oleh sesuatu yang jauh lebih kecil—gen, dan bahkan serangga. Dari ekspedisi ke Tanzania hingga laboratorium karantina di Sumatra Utara, para periset bekerja senyap demi satu tujuan, menjaga agar sawit tetap menjadi kebanggaan bangsa, seratus tahun ke depan.

Indonesia boleh berbangga, di tengah gempuran isu produktivitas, serangan penyakit, dan tantangan perubahan iklim, negeri ini terus melangkah maju dalam menjaga keberlanjutan industri sawitnya—bukan hanya dari sisi produksi, tetapi dari akar paling dasarnya, sumber daya genetik (SDG).

“Sejauh ini, kita sudah memiliki 83 varietas kelapa sawit,” ungkap Senior Vice President Business Development PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Edy Suprianto. “Dari jumlah itu, 76 adalah hasil persilangan Dura x Pisifera, enam varietas klon, satu semi-klon, serta 12 varietas moderat resisten terhadap Ganoderma dan empat varietas tahan kekeringan.”

BACA JUGA: Ketika Ceruk Energi Menuntut produktivitas Sawit Mesti Tinggi

Deretan angka itu mungkin tampak teknis, namun di baliknya tersimpan kerja panjang para pemulia dan peneliti Indonesia—sebuah upaya berkelanjutan untuk memastikan pohon sawit di tanah air terus tumbuh tangguh, efisien, dan produktif di masa depan.

Perjalanan riset sumber daya genetik sawit Indonesia dimulai dari Dura Deli—materi klasik asal Sumatra Timur yang menjadi cikal bakal banyak varietas unggul dunia. Sejak 2008, RPN bersama konsorsium riset nasional terus memperluas eksplorasi ke berbagai negara asal sawit (center of origins).

Dari Cameroon (2008, 103 aksesi), Angola (2010, 127 aksesi), Ekuador (2019, 12 aksesi), hingga proyek terbaru di Tanzania (2024, 100 aksesi)—semuanya menjadi sumber baru pengayaan genetik.

BACA JUGA: Fortasbi Ungkap Beratnya Jalan Petani Sawit Menuju ISPO: Biaya Tinggi hingga Masalah Kawasan Hutan

“Setiap wilayah punya karakter genetik berbeda. Ada yang unggul dalam ketahanan penyakit, ada pula yang lebih adaptif terhadap kekeringan ekstrem,” jelas Edy. “Itulah mengapa eksplorasi menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.”

Saat ini Indonesia baru memiliki koleksi SDG dari tiga pusat asal sawit, sementara Malaysia telah mengumpulkan dari 18. Karena itu, ekspedisi Tanzania dianggap sebagai langkah strategis dalam mengejar ketertinggalan sekaligus memperkuat basis riset nasional. (T2)

Lebih lengkap baca majalah InfoSAWIT edisi November 2025


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com