Produsen Asia Berlomba Bangun Pabrik Alkohol Lemak, Siap Serbu Pasar Global

oleh -10.323 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Ilustrasi pabrik oleokimia.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Sejumlah produsen besar alkohol lemak di Asia tengah berlomba memperluas kapasitas produksinya demi menjawab lonjakan permintaan global, khususnya dari sektor kebersihan dan perawatan pribadi. Ekspansi ini menandai babak baru dalam rantai pasok bahan baku utama bagi industri sabun, deterjen, hingga plastik.

Wilmar, salah satu pemain utama yang berbasis di Gresik, Indonesia, tengah membangun pabrik baru berkapasitas 110 ribu ton per tahun yang ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2025. Dengan tambahan ini, total kapasitas Wilmar akan meningkat menjadi 560 ribu ton per tahun.

Sementara itu, Kuala Lumpur Kepong (KLK) juga tak mau ketinggalan. Perusahaan asal Malaysia ini tengah menyelesaikan pembangunan pabrik di Port Klang dengan kapasitas 50 ribu ton per tahun. Jika sesuai jadwal selesai pada kuartal pertama 2025, maka total kapasitas KLK akan mencapai 300 ribu ton per tahun.

BACA JUGA: 5 Perusahan Sawit Berlomba Bangun Pabrik Oleokimia

Di Indonesia, Permata Hijau tengah membangun pabrik di Medan dengan kapasitas 120 ribu ton per tahun yang direncanakan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2025. Sementara itu di Thailand, Global Green menargetkan penyelesaian pabrik baru di Rayong dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun pada tahun 2027. Jika rampung sesuai rencana, kapasitas totalnya akan mencapai 250 ribu ton per tahun.

Tren peningkatan produksi ini tak lepas dari tingginya permintaan pasar global. Data menunjukkan bahwa sekitar 48% permintaan fatty acids berasal dari industri pembersih dan perawatan pribadi, sementara 55% permintaan fatty alcohols digunakan di sektor sabun, deterjen, antioksidan, dan produk perawatan tubuh.

Namun, industri ini juga menghadapi tantangan. Biaya bahan baku diperkirakan masih tinggi hingga pertengahan 2025, meskipun ada potensi penurunan harga pada kuartal ketiga. Konsumsi bahan baku utama seperti minyak sawit, minyak kelapa, dan lemak hewan diproyeksikan meningkat pada kuartal keempat 2025.

BACA JUGA: B50 Diterapkan 2026, Industri Biodiesel Siap Dongkrak Ketahanan Energi Nasional

Di sisi regulasi, dinamika perdagangan global terus berubah. Penerapan bea masuk anti-dumping (ADD) membuat ekspor Indonesia ke pasar AS tetap kuat, sementara Malaysia unggul di pasar Eropa. Selain itu, implementasi Regulasi Anti-Deforestasi Uni Eropa (EUDR) diprediksi mendorong permintaan minyak nabati menjelang akhir 2025, memengaruhi harga dan pola pembelian secara global.

Dengan tren pertumbuhan ini, industri alkohol lemak Asia diperkirakan akan memainkan peran semakin strategis dalam peta industri kimia global dalam beberapa tahun ke depan. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi April 2025


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com