InfoSAWIT, HONG KONG— Pasar saham Asia sebagian besar ditutup menguat pada perdagangan Jumat pagi waktu setempat, setelah sesi yang beragam di Wall Street dan jelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor yang tetap hati-hati menutup pekan perdagangan global.
Investor regional mendapatkan dorongan dari sejumlah sentimen positif di kawasan, terutama saham unggulan Jepang yang melonjak serta debut gemilang perusahaan teknologi China. Indeks Nikkei 225 di Tokyo naik sekitar 1,1 persen, dipimpin oleh reli saham Fast Retailing—perusahaan di balik merek Uniqlo—yang mencatat lonjakan lebih dari 7 persen setelah melaporkan pertumbuhan laba operasional kuartalan yang kuat dan meningkatkan pandangan bisnis tahunan.
Sementara itu, dilansir Reuters, Jumat (9/1/2026), indeks utama lainnya juga bergerak positif: Shanghai Composite di bursa Tiongkok naik 0,3 persen menyusul data inflasi Desember yang menunjukkan akselerasi harga konsumen, yang dipandang sebagai tanda meningkatnya permintaan domestik; dan Kospi Korea Selatan serta Taiex Taiwan masing-masing mencatat kenaikan moderat. Di Hong Kong, indeks Hang Seng bergerak nyaris datar, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar di tengah sentimen global yang masih bergejolak.
Aksi jual terjadi di bursa Australia, di mana S&P/ASX 200 turun tipis, dipengaruhi penurunan saham pertambangan setelah grup Rio Tinto mengonfirmasi pembicaraan merger awal dengan rival besar Glencore—langkah yang bisa menciptakan raksasa pertambangan dunia namun memunculkan kekhawatiran pasar.
Trader juga menantikan data ketenagakerjaan AS terbaru yang akan dirilis Jumat ini, yang diprediksi memberikan gambaran lebih lengkap tentang kondisi pasar tenaga kerja terbesar dunia. Selain itu, keputusan Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif impor luas yang diterapkan mantan Presiden Donald Trump juga dinilai berpotensi memengaruhi dinamika pasar selanjutnya.
Pergerakan di Wall Street kemarin cenderung tenang, dengan kenaikan moderat pada indeks utama. Sektor saham pertahanan mencatat reli menarik setelah Trump menyatakan rencana peningkatan belanja militer, yang mendorong saham perusahaan seperti L3Harris dan Lockheed Martin naik signifikan. Namun sebagian besar indeks lainnya bergerak tipis, mencerminkan sikap investor yang masih menimbang antara optimisme dan risiko global.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 9-15 Januari 2026 Turun Rp. 31,71 per Kg
Secara keseluruhan, pasar Asia menutup pekan ini dengan mayoritas indeks indeks mencatat penguatan tipis, sementara investor global tetap waspada terhadap data ekonomi dan kebijakan yang akan dirilis dalam beberapa jam ke depan. (T2)




















