Dari Sawit ke Investasi Hilir, Indonesia Tawarkan Kemitraan Lebih Luas dengan Pakistan

oleh -2.771 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Humas Kemendag/ Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa minyak sawit tetap menjadi tulang punggung ekspor Indonesia ke Pakistan.

Dalam forum tersebut, Wamendag Roro turut menyoroti peran strategis Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) yang telah berlaku sejak 2013. Perjanjian ini menjadi fondasi penting peningkatan perdagangan bilateral melalui penghapusan dan penurunan tarif, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Indonesia dan Pakistan, lanjutnya, tengah mempersiapkan perluasan PTA menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang ditargetkan berlaku pada 2027. Dalam kerangka PTA, Indonesia telah memperluas penghapusan tarif bagi produk unggulan Pakistan seperti perikanan, pertanian, tekstil, dan produk sintetis. Sebaliknya, Pakistan menurunkan tarif sejumlah produk Indonesia, termasuk minyak sawit dari 4,5 persen menjadi 3,8 persen.

“Kami mengapresiasi Pakistan atas penurunan tarif tersebut. Kebijakan ini terbukti memberikan dampak komersial signifikan, dengan peningkatan ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan sebesar 10–15 persen secara berkala,” ungkap Wamendag Roro.

Sementara itu, Mendag Pakistan Jam Kamal Khan menilai kehadiran Indonesia pada PEOC menjadi sinyal kuat penguatan hubungan dagang kedua negara. Indonesia disebut sebagai mitra strategis Pakistan yang diharapkan mampu mendorong stabilitas makroekonomi, meningkatkan kemudahan berusaha, serta memfasilitasi perdagangan dan investasi berkelanjutan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 9-15 Januari 2026 Turun Rp. 31,71 per Kg

CEO PEOC Rasheed Jan Mohammad juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra utama Pakistan dalam pemenuhan kebutuhan minyak nabati, dengan keberlanjutan pasokan dan kerja sama jangka panjang sebagai kunci hubungan yang saling menguntungkan.

Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro didampingi Duta Besar RI untuk Islamabad Chandra W. Sukotjo, Direktur Perundingan Antar-Kawasan dan Organisasi Internasional Kemendag Natan Kambuno, serta Konsul Jenderal RI di Karachi Mudzakir. Rangkaian acara juga diisi sambutan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Eddy Martono dan CEO Malaysian Palm Oil Council Belvinder Kaur Sron. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com