InfoSAWIT, BULUNGAN — Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke pabrik kelapa sawit (PKS) dan area perkebunan milik PT Citra Sawit Lestari Damai Group Regional Kalimantan Utara, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan di wilayah perbatasan tersebut.
Rombongan DPW APKASINDO meninjau langsung unit pengolahan kelapa sawit serta kebun perusahaan. Kedatangan mereka disambut jajaran manajemen, di antaranya General Manager PT Citra Sawit Lestari Damai Group Regional Kalimantan Utara, Afrisal. Kunjungan ini juga dihadiri mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) sebagai bagian dari pengenalan dunia industri sawit.
Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Utara Khoiruddin menegaskan bahwa keberadaan pabrik kelapa sawit harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satu fokus utama yang didorong APKASINDO adalah penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis sawit.
BACA JUGA: Menkeu Bongkar Manipulasi Ekspor Sawit: 10 Perusahaan Terindikasi Under Invoicing hingga 50%
“Industri kelapa sawit tidak boleh berdiri sendiri. Keberadaan pabrik harus mampu mendorong tumbuhnya UMKM lokal agar tercipta nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Khoiruddin, dalam keterangannya ditulis InfoSAWIT, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, pengembangan usaha turunan kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dikelola UMKM melalui pola kemitraan yang adil dan berkelanjutan. Dukungan perusahaan, pemerintah daerah, serta pendampingan yang konsisten dinilai menjadi kunci agar UMKM lokal mampu naik kelas dan berdaya saing.
Selain penguatan UMKM, APKASINDO Kaltara juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Dalam kunjungan tersebut, organisasi petani ini mendorong keterlibatan dunia pendidikan dengan membuka peluang program magang bagi mahasiswa UBT di lingkungan pabrik kelapa sawit dan unit operasional perusahaan.
BACA JUGA: Menepis Mitos Saatnya Membangun Citra Sawit
Menanggapi hal itu, Afrisal menyatakan pihak perusahaan terbuka terhadap kolaborasi dengan perguruan tinggi. “Kami menyambut baik mahasiswa Universitas Borneo Tarakan yang ingin melaksanakan program magang di PKS maupun unit operasional lainnya. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lapangan sekaligus meningkatkan kualitas SDM lokal,” jelasnya.
Afrisal juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian masyarakat sekitar. PKS Citra Sawit Lestari Damai tidak hanya mengolah buah dari kebun inti dan plasma, tetapi juga menerima tandan buah segar (TBS) dari petani swadaya.
“Selain inti dan plasma, kami juga menerima buah dari petani swadaya. Ini bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan akses pasar yang adil sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA: Genom Sawit Terbuka: Riset IPB–BPDP Ungkap Harta Karun Genetik untuk Sawit Tangguh Masa Depan
Bagi mahasiswa UBT, kunjungan kerja ini memberikan pengalaman langsung melihat proses industri kelapa sawit. Putri Gita, salah satu mahasiswi yang hadir, mengaku mendapatkan gambaran nyata mengenai sistem kerja pabrik. “Kami memahami proses operasional, mulai dari pengenalan mesin hingga pengolahan crude palm oil (CPO),” katanya.
Hal serupa disampaikan Nurul Mufliha, mahasiswi UBT lainnya. Menurutnya, kunjungan lapangan ini membantu memahami alur industri sawit dari hulu hingga hilir, mulai dari penerimaan TBS hingga produksi minyak sawit mentah.
Menutup rangkaian kegiatan, Khoiruddin menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Citra Sawit Lestari Damai Group atas keterbukaan selama kunjungan. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Daerah dan Dinas Perkebunan Kabupaten Bulungan atas sinergi yang telah terbangun.
BACA JUGA: Rencana Sita Jutaan Hektare Sawit 2026, Sawit Watch Desak Transparansi dan Pemulihan Ekologis
Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus diperkuat untuk mendukung pengembangan UMKM, peningkatan kualitas SDM lokal, serta pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara. (T2)
