Dorong Narasi Berimbang Sawit Berkelanjutan, Wamendag Tekankan Peran ISPO dan Ketertelusuran

oleh -1.857 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Kemendag/ Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat melakukan kunjungan kerja ke PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART).

InfoSAWIT, BEKASI — Pemerintah Indonesia terus mendorong narasi berimbang mengenai industri kelapa sawit melalui penyampaian informasi yang objektif, berbasis data, serta penerapan praktik terbaik di lapangan. Salah satu instrumen utama yang diandalkan adalah sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat melakukan kunjungan kerja ke PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (26/1). Kunjungan ini bertujuan menyerap masukan konstruktif dari pelaku usaha strategis sekaligus memperdalam pemahaman pemerintah terhadap proses bisnis, penerapan prinsip keberlanjutan, ketertelusuran, dan standar produksi sawit untuk pasar ekspor, khususnya Pakistan.

“Usai menghadiri The 8th Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) 2026 awal bulan lalu, kami merangkum sejumlah isu yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan, mulai dari keamanan pangan, praktik pengolahan minyak nabati, hingga tuntutan pasar terhadap produk yang semakin berkelanjutan,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Jumat (30/1/2026). Menurutnya, isu-isu tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha serta memperkokoh posisi sawit Indonesia di pasar global.

BACA JUGA: Serap 3,25 Juta Ton TBS Petani Sepanjang 2025, PalmCo Perkuat Kemitraan Sawit Rakyat

ISPO, lanjutnya, mewajibkan pelaku usaha sawit memenuhi berbagai ketentuan penting, antara lain mekanisme penyelesaian konflik lahan yang terdokumentasi, sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemenuhan standar ketenagakerjaan. Dengan demikian, keberlanjutan tidak berhenti pada komitmen, tetapi terimplementasi nyata dalam kegiatan usaha.

Dalam kebijakan perdagangan luar negeri, pemerintah menempuh dua arah kebijakan utama. Pertama, memastikan kelancaran ekspor dengan tetap menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pasokan di dalam negeri. Kedua, memperkuat transparansi dan kepastian kebijakan agar dunia usaha memiliki prediktabilitas dalam berinvestasi dan mengembangkan pasar.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus menyempurnakan tata kelola ekspor sawit melalui penyederhanaan prosedur, penguatan sistem traceability, serta dorongan penerapan praktik usaha berkelanjutan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya saing sawit Indonesia di pasar yang semakin sensitif terhadap isu keberlanjutan.

BACA JUGA: Bayi Orangutan Ditemukan Sendirian di Kebun Sawit Berau, Kini Jalani Rehabilitasi

Pakistan disebut sebagai salah satu pasar utama minyak sawit Indonesia. Dari berbagai pertemuan dengan pemerintah dan pelaku industri setempat, terkonfirmasi bahwa sawit Indonesia berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan minyak nabati, menawarkan harga yang kompetitif, serta mendukung perkembangan industri pengolahan pangan Pakistan. Indonesia dipandang sebagai mitra dagang yang konsisten dan dapat diandalkan.

Dalam pertemuan tersebut, Vice President Director SMART Gianto Widjaja dan Director of Corporate Affairs SMART Hari Hanawi memaparkan kinerja perusahaan, mulai dari kekuatan operasi hulu, pemanfaatan biogas dan bioenergi, hingga distribusi dan logistik. Hari menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan cara SMART berbisnis, bukan sekadar program tambahan.

“Hingga akhir 2024, 99,5 persen rantai pasok kelapa sawit SMART telah mampu ditelusuri hingga ke perkebunan atau Traceable to the Plantation (TTP). Kami terus mendukung para petani agar rantai pasok dunia dapat mencapai 100 persen TTP,” ujarnya.

BACA JUGA: GAPKI–ILO Gelar Pelatihan, Perkuat Praktik Ketenagakerjaan Berbasis HAM di Sektor Sawit

Selain fokus pada keberlanjutan dan ketertelusuran, SMART juga mengintensifkan pemberdayaan masyarakat. Sepanjang 2024, perusahaan menggulirkan 189 proyek pemberdayaan, termasuk bagi 113 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Ketua KADIN untuk Percepatan Ekspor Juan Permata Adoe menekankan pentingnya diversifikasi pasar dan mengapresiasi SMART yang dinilai memiliki ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir. Ia juga mendorong kemitraan yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha agar kebijakan dan implementasi di lapangan berjalan seiring.

Usai pertemuan, Wamendag Roro meninjau area penyimpanan dan proses produksi SMART, termasuk penerapan automated storage and retrieval system (ASRS) yang memungkinkan pemeriksaan stok presisi, transparansi data secara real time, serta operasional yang lebih efisien dengan emisi dan limbah yang minimal. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com