InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.345/kg pada Selasa (10/2/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 155/kg atau turun sekitar 1,07% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada senin (9/2/2026) yang mencapai Rp. 14.500/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 14.400/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.345/kg. Harga CPO Loco Pelaihari dibuka Rp. 13.846/Kg, namun terjadi withdraw dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 13.123/kg.
Dilansir Reuters, perdagangan harga minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Selasa (10/2/2026), setelah rilis data terbaru dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB), di tengah tekanan lanjutan dari pelemahan harga minyak nabati pesaing di pasar Dalian dan Chicago.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 11-24 Februari 2026 Turun Rp. 26,17 per Kg
Harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat turun RM63 per ton atau turun 1,51% menjadi RM4.097 per ton pada penutupan perdagangan.
Menurut data MPOB, stok minyak sawit Malaysia pada Januari 2026 turun 7,72% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini menjadi yang pertama dalam 11 bulan terakhir, didorong lonjakan ekspor meskipun produksi mengalami penurunan hingga ke level terendah dalam 10 bulan.
Namun, kinerja ekspor pada awal Februari menunjukkan pelemahan. Data dari perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia mencatat ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 Februari turun 14,3% menjadi 399.995 ton, dibandingkan 466.457 ton pada periode yang sama Januari.
BACA JUGA: Dari Petani Sawit Mandiri Menjadi Mitra, Menuju Kemakmuran
Dari pasar global, sentimen juga tertekan oleh pergerakan minyak nabati pesaing. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange turun 0,3%, sementara harga kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,69%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade terkoreksi 0,64%.
Pergerakan tersebut mempertegas karakter pasar CPO yang cenderung mengikuti dinamika harga minyak nabati lain, mengingat persaingan ketat dalam merebut pangsa pasar minyak nabati global.
