InfoSAWIT, SAO PAULO – Progres panen kedelai Brasil pada musim 2025/26 terus menunjukkan percepatan. Hingga Kamis pekan lalu, petani Brasil telah memanen sekitar 16% dari total luas tanam kedelai, meningkat 6 poin persentase dibandingkan pekan sebelumnya dan sedikit melampaui capaian 15% pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut Reuters, sebagaimana dipublikasikan secara daring oleh InfoSAWIT, konsultan agribisnis AgRural menyampaikan pada Senin bahwa percepatan panen tersebut mencerminkan aktivitas lapangan yang tetap berjalan meski dihadapkan pada dinamika cuaca di sejumlah wilayah sentra produksi.
Kegiatan panen masih didominasi oleh Mato Grosso, negara bagian penghasil kedelai terbesar di Brasil. AgRural mencatat, petani di wilayah ini memanfaatkan jeda di antara curah hujan yang masih cukup tinggi untuk melakukan panen, sehingga aktivitas lapangan tetap dapat berlangsung.
Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah selatan. Petani di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul menghadapi kekhawatiran terkait dampak kekeringan dan suhu panas yang berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman apabila kondisi tersebut berlanjut.
Di sisi lain, perkembangan positif juga terlihat pada sektor jagung. AgRural melaporkan bahwa penanaman jagung musim kedua atau safrinha telah mencapai 22% dari total luas tanam yang diperkirakan, sedikit lebih tinggi dibandingkan 20% pada periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 11-24 Februari 2026 Turun Rp. 26,17 per Kg
Sementara itu, panen jagung musim pertama di Brasil telah mencapai 15%, jauh melampaui capaian 9% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan ini menunjukkan kinerja awal musim yang lebih baik, meskipun ketidakpastian cuaca tetap menjadi faktor risiko utama bagi produksi pertanian Brasil pada musim 2025/26. (T2)
