Menurutnya, minyak sawit berkelanjutan Malaysia justru berada pada posisi kuat setelah dua dekade menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan. “EUDR bukan ancaman bagi minyak sawit Malaysia. Kami siap memasok pasar Eropa dengan minyak sawit berkelanjutan. Regulasi ini justru akan menjadi tantangan besar bagi komoditas lain seperti kakao dan kopi,” katanya.
Terkait harga, Bek-Nielsen memproyeksikan harga CPO akan bergerak di kisaran RM3.900 hingga RM4.300 per ton tahun ini, dengan catatan nilai tukar ringgit bertahan di atas RM3,90 per dolar AS dan kondisi cuaca mendukung.
Ia menambahkan, penyitaan lahan di Indonesia yang sebelumnya digunakan secara ilegal untuk perkebunan sawit dan aktivitas pertambangan berpotensi memperketat pasokan global dan menopang harga CPO. Indonesia dilaporkan telah menyita lebih dari empat juta hektare lahan yang digunakan secara ilegal sepanjang tahun lalu. (T2)
