InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 14.100/kg pada Senin (23/2/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 50/kg atau turun sekitar 0,35% dibandingkan harga CPO pada Jumat (20/2/2026) yang mencapai Rp. 14.150/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Belawan & Dumai ditetapkan Rp. 14.100/Kg.
Harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (23/2/2026), dipicu oleh kinerja ekspor yang lebih lemah seiring penguatan mata uang ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Bernama, trader proprietary Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, menyebutkan bahwa penguatan mata uang lokal Malaysia turut meredam minat beli dari negara-negara pengimpor utama sehingga memperlambat laju pengapalan minyak sawit.
Ia menjelaskan bahwa data ekspor yang lebih lunak memperkuat kekhawatiran terhadap prospek permintaan dalam jangka pendek, khususnya dari pasar utama seperti China dan India.
Pada pukul 18.00 waktu setempat, nilai tukar ringgit tercatat menguat menjadi 3.8885/8925 terhadap dolar AS dibandingkan posisi penutupan Jumat lalu di level 3.8995/9055.
Berdasarkan estimasi Intertek Testing Services (ITS), ekspor minyak sawit Malaysia pada periode tersebut tercatat sebesar 863.358 ton atau turun 8,92% dibandingkan estimasi ekspor periode 1–20 Januari 2026.
Sedangkan AmSpec memperkirakan ekspor berada di level 779.834 ton atau merosot 12,62% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Sentimen pasar juga terbebani oleh kelanjutan tren penurunan sejak akhir pekan lalu, menyusul aksi long liquidation pada kontrak berjangka minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).
BACA JUGA: HIP BBN Biodiesel Februari 2026 Ditetapkan Rp13.856 per Liter, Konversi CPO US$85/MT
Pergerakan Kontrak dan Volume Perdagangan
Pada penutupan perdagangan, kontrak Maret 2026 turun RM12 menjadi RM4.051 per ton, kontrak April 2026 melemah RM6 menjadi RM4.081 per ton, dan Mei 2026 terkoreksi RM9 menjadi RM4.083 per ton.
Kontrak Juni 2026 turun RM14 menjadi RM4.082 per ton, sedangkan Juli 2026 dan Agustus 2026 masing-masing merosot RM26 menjadi RM4.074 dan RM4.073 per ton.
