InfoSAWIT, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Ernest Gunawan mengungkapkan bahwa implementasi program mandatori biodiesel B40 sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian distribusi domestik yang cukup signifikan.
Menurut Ernest, realisasi penyaluran biodiesel hingga Desember 2025 tercatat mencapai sekitar 14,919 juta kiloliter (KL) atau setara hingga 95,67% dari total target distribusi nasional tahun berjalan sebanyak 15,616 juta Kl
“Data yang kami peroleh setelah proses aktivasi serta rekonsiliasi dengan berbagai pihak terkait menunjukkan bahwa distribusi domestik biodiesel B40 sepanjang 2025 mampu mencapai sekitar 95,67% dari target yang telah ditetapkan,” ungkap Ernest, dalam acara Buka Puasa bersama dihadiri InfoSAWIT, di Jakarta belum lama ini.
BACA JUGA: Kementan Dorong Hilirisasi, Sawit Diproyeksi Perkuat Ekonomi dari Hulu ke Hilir
Lebih lanjut dijelaskan, dari total realisasi penyaluran biodiesel tersebut, segmen Public Service Obligation (PSO) mencapai volume sekitar 7,12 juta KL. Sementara itu, penyaluran untuk sektor non-PSO berada di kisaran 8,4 juta KL sepanjang tahun lalu.
Selain capaian distribusi, Ernest juga menekankan bahwa pelaksanaan program biodiesel B40 memberikan dampak ekonomi yang cukup besar terhadap perekonomian nasional. Sepanjang 2025, program ini diperkirakan mampu menghasilkan penghematan devisa hingga Rp133,3 triliun.
Tidak hanya itu, implementasi mandatori biodiesel juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang cukup sebesar serta berkontribusi terhadap penyerapan sekitar 1,8 juta tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri biodiesel nasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 27 Februari – 5 Maret 2026 Turun Rp. 22,71 per Kg
Di sisi lingkungan, penggunaan biodiesel turut berperan dalam menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 39,6 juta ton CO₂ ekuivalen sepanjang tahun 2025.
Aprobi menilai implementasi mandatori biodiesel B40 ke depan masih akan menjadi tulang punggung dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus memperkuat kontribusi sektor bioenergi dalam mendukung penurunan emisi dan peningkatan nilai tambah domestik berbasis komoditas sawit. (T2)
