Produksi CPO Diproyeksi 48,12 Juta Ton, Pemerintah Perkuat Standar ISPO

oleh -3.261 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Domi Yanto/ Ilustrasi lanskap perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat tata kelola industri kelapa sawit nasional melalui penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang kini bersifat wajib. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya saing sawit Indonesia di tengah tekanan dan dinamika pasar global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai penguatan standar keberlanjutan merupakan langkah fundamental agar komoditas sawit Indonesia tetap diterima pasar internasional sekaligus memberikan nilai tambah di dalam negeri.

“Indonesia tidak boleh mundur. Sawit adalah kekuatan ekonomi bangsa. Karena itu, tata kelolanya harus kuat dan berkelanjutan, serta didorong ke arah hilirisasi agar manfaat ekonominya semakin luas,” ujar Amran dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, Jumat (6/3/2026).

BACA JUGA: Sambil Ngabuburit, Mahasiswa INSTIPER Belajar Membatik dengan Malam Sawit

Menurutnya, transformasi subsektor perkebunan perlu diarahkan pada pengembangan industri turunan. Dengan demikian, komoditas sawit tidak hanya bertumpu pada ekspor bahan mentah, tetapi juga menjadi basis penguatan industrialisasi nasional.

 

Produktivitas Sawit Indonesia Unggul Secara Global

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa kelapa sawit Indonesia memiliki keunggulan dari sisi produktivitas dan efisiensi lahan dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya.

Dengan luas tutupan perkebunan mencapai sekitar 16,83 juta hektare dan proyeksi produksi Crude Palm Oil (CPO) pada 2025 mencapai 48,12 juta ton, Indonesia masih mempertahankan posisi sebagai produsen sawit terbesar di dunia.

BACA JUGA: Produksi TBS Naik 2% dan CPO Tumbuh 4%, IndoAgri Siapkan Ekspansi Kilang 450 Ribu MT per Tahun

Selain menjadi kontributor utama devisa negara, sektor sawit juga menyerap lebih dari 16 juta tenaga kerja, termasuk sekitar 5,2 juta pekebun rakyat.

Roni menjelaskan, pemerintah terus memperkuat pendampingan kepada petani sawit melalui berbagai program, mulai dari peremajaan sawit rakyat (PSR), dukungan sarana dan prasarana, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan riset dan inovasi.

“Sawit menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, produktivitas dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 4 – 10 Maret 2026 Naik Rp21,18 per Kg

Ia menambahkan, dengan penguatan standar keberlanjutan melalui ISPO serta pengembangan industri turunan di dalam negeri, posisi sawit Indonesia diyakini akan semakin kokoh sebagai salah satu pilar ekonomi nasional sekaligus kontributor penting bagi kebutuhan pangan dan energi global. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com