Importir India Tahan Pembelian Minyak Nabati, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pengiriman

oleh -6.347 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Pelabuhan Khusus Ekspor CPO.

InfoSAWIT, MUMBAI – Kenaikan harga minyak nabati global dan tarif pengiriman laut mendorong pembeli di India lebih memilih pengiriman cepat (prompt shipments) di tengah kekhawatiran potensi keterlambatan pasokan minyak kedelai dan minyak bunga matahari akibat konflik di Timur Tengah.

Menurut laporan Reuters, sejumlah pelaku pasar menyebut pembeli di India mulai menahan pembelian baru karena ketidakpastian pengiriman serta lonjakan biaya logistik.

Seorang dealer yang berbasis di Mumbai dari perusahaan perdagangan global mengatakan kenaikan harga minyak nabati global membuat pembeli semakin berhati-hati dalam melakukan kontrak impor baru.

BACA JUGA: Dilema Investasi Sawit Indonesia

“Pembeli tidak yakin harga akan bertahan di level saat ini, dan juga khawatir pemasok minyak kedelai maupun minyak bunga matahari tidak dapat mengirimkan tepat waktu karena tarif pengiriman terus meningkat,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Kamis (12/3/2026).

India merupakan importir minyak nabati terbesar di dunia. Perubahan pola pembelian negara tersebut berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut harga minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari di pasar global, meskipun di sisi lain dapat memperketat pasokan domestik India pada April mendatang.

 

Kekhawatiran Jalur Pengiriman dari Laut Hitam

Minyak kedelai yang diimpor India sebagian besar berasal dari Argentina dan Brasil, dengan waktu pelayaran menuju India lebih dari enam minggu. Sementara minyak bunga matahari umumnya dikirim dari Rusia dan Ukraina, dengan waktu pengiriman sekitar tiga hingga empat minggu dari wilayah Laut Hitam.

BACA JUGA: Rekayasa Antioksidan dalam Memperpanjang Umur Simpan Minyak Goreng Sawit

Chief Executive Sunvin Group, Sandeep Bajoria, menjelaskan bahwa pasar saat ini mencermati kemungkinan gangguan jalur pelayaran akibat konflik di Timur Tengah.

“Jika konflik meningkat, pengiriman minyak bunga matahari dari wilayah Laut Hitam mungkin harus dialihkan mengitari Afrika, bukan melalui Laut Merah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan rute tersebut akan memperpanjang waktu perjalanan dan meningkatkan biaya logistik.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 11-17 Maret 2026 Naik Rp 109,29 per Kg

“Pengalihan melalui Afrika bisa menambah waktu pengiriman lebih dari 10 hari serta meningkatkan biaya pengiriman sekitar US$20 per ton atau lebih,” tambahnya.

 

Kenaikan Harga Tekan Margin Refining

India memenuhi hampir dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya melalui impor. Selain minyak kedelai dan minyak bunga matahari, negara tersebut juga mengimpor minyak sawit dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, dengan waktu pengiriman relatif singkat sekitar satu minggu.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com