Investigasi lanjutan mengidentifikasi beberapa perusahaan yang diduga terlibat, termasuk Green Product International, Surya Inti Primakarya, dan Bumi Mulia Makmur.
Ketiga perusahaan tersebut diketahui terkait dengan pengiriman ke Eni dalam periode 2022–2024, serta ke Neste pada 2023–2024.
Kasus ini juga menyinggung efektivitas lembaga sertifikasi seperti International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Beberapa perusahaan telah dikeluarkan dari sertifikasi, namun ada pula yang masih mempertahankan statusnya.
BACA JUGA: Mekanisasi Perkebunan Sawit Buka Peluang Baru bagi Pekerja Perempuan
Pelaku industri menilai transparansi menjadi kunci dalam memperbaiki tata kelola sektor biofuel.
“Saya menantang setiap pelaku industri POME untuk membuka data volume, sumber, dan dokumen mereka agar dapat diuji secara independen,” ujar James Cogan dari ClonBio.
Seiring meningkatnya permintaan bahan baku biofuel berkelanjutan, kasus ini memperlihatkan tantangan besar dalam memastikan integritas rantai pasok global, sekaligus menjadi peringatan bagi regulator dan pelaku industri untuk memperkuat sistem pengawasan di masa depan. (T2)
