Peran Barantin di Balik Introduksi Kumbang Sawit, Pastikan Keamanan Biosekuriti Nasional

oleh -491 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Elaeidobius kamerunicus (kumbang penyerbuk).

InfoSAWIT, BOGOR – Upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional melalui introduksi serangga penyerbuk baru dari Tanzania tidak hanya bergantung pada riset ilmiah, tetapi juga pada sistem pengawasan ketat yang dijalankan Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Di balik proses tersebut, Barantin berperan sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap bahan biologis yang masuk ke Indonesia aman bagi ekosistem, sektor pertanian, serta sumber daya hayati nasional.

Pejabat Barantin, Fitri Ujiyani, menjelaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pengayaan sumber daya genetik (SDG) dan introduksi polinator yang dilakukan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, namun tetap dengan pengawasan berlapis.

BACA JUGA: Harmoni Ramadan, Agrinas Palma Nusantara Salurkan 5.600 Paket Sembako Bersubsidi untuk Pekerja dan Masyarakat

“Setiap pemasukan bahan biologis, baik benih sawit maupun serangga penyerbuk, wajib memenuhi seluruh persyaratan karantina. Kami mengawal sejak di pintu masuk negara hingga masa pengamatan,” ujarnya dalam Talkshow Karantina Day 2025 yang dihadiri InfoSAWIT, akhir Oktober 2025.

 

Pengawasan Ketat Berbasis Regulasi

Fitri menegaskan bahwa seluruh proses karantina mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Dalam regulasi tersebut, setiap pemasukan sumber daya genetik dan agens hayati wajib melalui analisis risiko.

Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi masuknya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) serta menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.

BACA JUGA: Prabowo Bangga Sawit Jadi Energi Strategis, Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Minyak Dunia

“Analisis risiko dilakukan berdasarkan informasi teknis dari otoritas karantina negara asal, yang kemudian menjadi dasar penetapan persyaratan fitosanitari sebelum komoditas masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Untuk introduksi benih dan serangga penyerbuk dari Tanzania, Barantin telah menetapkan serangkaian prosedur ketat, mulai dari pemeriksaan awal hingga masa pengasingan dan pengamatan intensif.

Pengawasan dilakukan oleh pejabat karantina di bawah Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Utara, dengan lokasi pengujian di Insektarium PPKS Marihat.

BACA JUGA: Membangun Kepercayaan Melalui Kemitraan Sawit

Pemasukan serangga penyerbuk dilakukan pada 4 April 2025 melalui Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Tiga spesies dari genus Elaeidobius—yakni E. kamerunicus, E. subvittatus, dan E. plagiatus—dibawa dalam bentuk larva dan pupa.

Seluruh proses, mulai dari pengiriman hingga transportasi ke laboratorium, berada dalam pengawasan langsung petugas karantina.

“Setiap paket biologis diperiksa secara detail, termasuk media pembawanya seperti kemasan dan pakan,” ungkap Fitri.

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com