Selama 45 tahun terakhir, GAPKI berkembang bukan hanya sebagai wadah pelaku usaha, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai kebijakan sektor sawit, mulai dari penguatan ekspor nonmigas, program peremajaan sawit rakyat, implementasi prinsip keberlanjutan, hingga pengembangan biodiesel sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Peran itu juga diperluas melalui diplomasi ekonomi dan komunikasi strategis di level global guna memperkuat posisi minyak sawit Indonesia di tengah tantangan pasar internasional yang semakin kompleks.
Komitmen Sawit Berkelanjutan
Ke depan, GAPKI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan tata kelola industri sawit melalui peningkatan produktivitas, percepatan hilirisasi, penguatan riset dan inovasi teknologi, serta pemberdayaan petani sawit sebagai bagian penting dalam rantai pasok industri.
BACA JUGA: Astra Agro Dorong Kesiapsiagaan Cegah Karhutla di Riau, Perkuat Tata Kelola Gambut
Eddy menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani sawit, dan masyarakat menjadi kunci utama agar industri ini tetap kompetitif dan mampu menjawab tantangan global.
“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan daya saing industri di tingkat global,” ungkap Eddy.
Ia menambahkan, penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting agar industri sawit nasional tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia sekaligus mampu berkembang secara adaptif, inklusif, dan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045. (T2)
