“Yang paling penting, keuntungan dari sumber daya kita bisa lebih banyak kembali untuk membangun ekonomi nasional, termasuk pendidikan dan pembangunan daerah,” tambahnya.
Teknologi Pengawasan Ekspor Diperkuat
Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah kini telah memperkuat sistem pengawasan ekspor melalui pengembangan teknologi di lingkungan National Single Window (NSW) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi modern memungkinkan pemerintah membandingkan data ekspor Indonesia dengan data impor di negara tujuan, sehingga potensi ketidaksesuaian harga maupun volume lebih mudah terdeteksi.
BACA JUGA: POPSI Soroti Anjloknya Harga TBS Usai Terbitnya Wacana Tata Kelola Ekspor Sawit via DSI
Ia mencontohkan pengawasan terhadap ekspor batubara yang kini dapat ditelusuri melalui pencocokan data perdagangan di negara tujuan seperti India.
“Sekarang data bisa dibandingkan. Jadi pengusaha tidak bisa lagi berbohong soal harga maupun volume karena kita bisa melihat data di negara tujuan,” jelasnya.
Purbaya menambahkan, ke depan sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga negara kemungkinan akan ditempatkan dalam sistem pengawasan lembaga ekspor tersebut agar mekanisme pengendalian berjalan lebih efektif dan terintegrasi. (T2)
