BPDP, Ditjenbun dan DGL Learning Institute Latih 150 Pekebun Sawit Bengkulu, Perkuat Budidaya hingga Pemetaan Kebun

oleh -273 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. DGL Learning Institute untuk InfoSAWIT/Sebanyak 150 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Bengkulu Selatan mengikuti Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 yang digelar PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) bekerja sama dengan BPDP dan Ditjenbun.

InfoSAWIT, BENGKULU – Sebanyak 150 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Bengkulu Selatan mengikuti Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 yang digelar PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pekebun melalui pelatihan teknis yang aplikatif guna mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor sawit.

Kegiatan yang berlangsung di Provinsi Bengkulu tersebut resmi dibuka pada Senin (29/6/2026) di Hotel Grage, Kota Bengkulu. Pelatihan terbagi dalam dua kelas, yakni Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 90 peserta pada 28 Juni–3 Juli 2026, serta Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit yang diikuti 60 peserta pada 28 Juni–2 Juli 2026.

Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar memenuhi agenda pelatihan, melainkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas pekebun.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Plasma Riau 1-7 Juli 2026 Naik Rp. 55,6 per Kg

Menurutnya, kolaborasi antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute harus menghasilkan manfaat langsung melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (30/6/2026), Ia menjelaskan, seluruh materi pelatihan disusun dengan pendekatan praktis. Pada kelas budidaya, peserta tidak hanya menerima teori di ruang kelas, tetapi juga melakukan praktik pembuatan pancang tanam sebagai dasar penanaman kelapa sawit sesuai standar budidaya. Sementara pada pelatihan pemetaan, peserta dibimbing mulai dari pengambilan data lapangan hingga menghasilkan peta kebun yang nantinya dicetak sebagai dokumen pendukung pengelolaan kebun.

Selain pembelajaran tatap muka, DGL Learning Institute juga memanfaatkan Learning Management System (LMS) dan melanjutkan program dengan monitoring pascapelatihan agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di lapangan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Senin (29/6), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Menguat

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransya, menyampaikan apresiasi kepada BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute atas penyelenggaraan program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari usulan rekomendasi teknis (rekomtek) yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan pada 2025.

Dari total usulan sebanyak 660 peserta, Kabupaten Bengkulu Selatan memperoleh alokasi pelatihan bagi 549 pekebun yang akan dilaksanakan melalui berbagai jenis pelatihan sepanjang 2026.

“Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Semoga DGL Learning Institute dapat kembali melaksanakan program serupa di Bengkulu pada tahun mendatang sehingga semakin banyak pekebun yang memperoleh manfaat,” ujarnya.

BACA JUGA: Mengatasi Pencurian Sawit, Ketika Pendekatan Keamanan Tak Lagi Cukup

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Herlin Despita, mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung perkembangan industri sawit di daerah.

Ia menjelaskan, Provinsi Bengkulu memiliki areal perkebunan kelapa sawit sekitar 338.992 hektare dengan produksi mencapai sekitar 1,04 juta ton CPO. Karena itu, peningkatan kapasitas pekebun dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, pelatihan budidaya dan teknik pemetaan kebun tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga ruang diskusi bagi pekebun dalam mencari solusi atas berbagai tantangan di lapangan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) melalui pengelolaan kebun yang lebih baik.

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com