Prof Hariyadi: Intensifikasi Lahan Jadi Kunci Sawit Berkelanjutan, Bukan Perluasan Areal

oleh -306 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Hariyadi, saat Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada Sabtu (27/6/2026).

InfoSAWIT, BOGOR – Peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional dinilai lebih efektif dilakukan melalui optimalisasi lahan yang sudah ada dibandingkan membuka areal baru. Pendekatan ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor sawit secara berkelanjutan sekaligus menjawab tuntutan global terhadap praktik perkebunan yang ramah lingkungan.

Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Hariyadi, saat menyampaikan Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada Sabtu. Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep “Nexus Baru” sebagai kerangka pengelolaan kelapa sawit yang mengintegrasikan produktivitas, keberlanjutan, dan inovasi.

Menurut Prof Hariyadi, produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat saat ini masih jauh dari potensi maksimal. Ia menilai, fokus pembangunan sektor sawit seharusnya diarahkan pada peningkatan hasil panen melalui intensifikasi, bukan semata memperluas areal tanam.

BACA JUGA: BRIN: Karbon Aktif dari Cangkang Sawit Miliki Prospek Cerah, Layak Dikembangkan di Pasar Domestik

“Produktivitas perkebunan rakyat masih berada di bawah 60 persen dari potensi yang dimiliki. Karena itu, perluasan lahan bukan menjadi solusi utama apabila belum didukung oleh ketersediaan benih unggul dan pemupukan yang memadai,” ujarnya, dilansir InfoSAWIT dari IPB University, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan intensifikasi sangat bergantung pada penggunaan benih berkualitas serta pengelolaan nutrisi tanaman yang tepat. Dengan dukungan teknologi budidaya yang baik, produktivitas dapat meningkat tanpa harus membuka kawasan baru.

Prof Hariyadi juga menegaskan pentingnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP) sebagai fondasi peningkatan produktivitas. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penerapan prinsip 5 Tepat dalam pemupukan, yaitu tepat jenis pupuk, dosis, lokasi aplikasi, waktu pemberian, dan metode aplikasi.

BACA JUGA: UGM Dorong Penguatan Diplomasi Sawit Indonesia untuk Perluas Akses Pasar Global

Selain peningkatan produktivitas, konsep Nexus Baru juga menempatkan ekonomi sirkular sebagai bagian penting dalam transformasi industri sawit. Berbagai limbah hasil pengolahan kelapa sawit, seperti pelepah, tandan kosong (TKKS), cangkang, serat, hingga limbah cair pabrik atau Palm Oil Mill Effluent (POME), dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, limbah tersebut dapat diolah menjadi sumber energi terbarukan, bahan baku pupuk organik, maupun pakan ternak sehingga mampu meningkatkan efisiensi industri sekaligus mengurangi limbah.

Meski demikian, implementasi ekonomi sirkular di sektor sawit masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari kebutuhan investasi awal yang tinggi, keterbatasan penguasaan teknologi, persoalan logistik, belum berkembangnya pasar produk turunan, hingga hambatan regulasi dan rendahnya kapasitas pekebun dalam mengadopsi inovasi.

BACA JUGA: KPPU Selidiki Dugaan Kartel Harga dan Potongan Timbangan TBS Sawit di Pesisir Selatan

Menutup orasinya, Prof Hariyadi menekankan bahwa masa depan industri kelapa sawit Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi. Melalui konsep Nexus Baru, pengelolaan sawit tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, mengembangkan ekonomi sirkular, mempercepat digitalisasi, serta memenuhi tuntutan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) yang semakin menjadi perhatian pasar global. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com