BPDP: Riset Sawit Harus Berujung pada Inovasi yang Diterapkan Petani dan Industri

oleh -532 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrachman (paling kanan).

InfoSAWIT, JAKARTA – Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa riset di sektor kelapa sawit harus menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata oleh petani dan industri, bukan sekadar menghasilkan publikasi ilmiah. Hal tersebut disampaikan saat membuka Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026, yang dihadiri InfoSAWIT, Senin (20/7/2026).

Menurut Eddy, Perisai merupakan agenda tahunan BPDP yang menjadi wadah mempertemukan peneliti, akademisi, industri, pemerintah, mahasiswa, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk memperkenalkan hasil riset sekaligus mempercepat hilirisasi inovasi di sektor kelapa sawit.

Mengusung tema transformasi sistem perkebunan melalui inovasi dan teknologi untuk membangun industri sawit berkelanjutan, Perisai 2026 digelar pada momentum penting ketika pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan energi, ketahanan pangan, penguatan industri nasional, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan.

BACA JUGA: B50 Dinilai Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Wamentan: Sawit Jadi Pilar Swasembada Indonesia

Eddy mengatakan, sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendukung agenda tersebut. Selain menjadi penyumbang devisa negara, industri sawit juga menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16 juta masyarakat yang terlibat di sepanjang rantai pasoknya. Bahkan, sekitar 41 persen areal perkebunan sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat sehingga masa depan industri sangat bergantung pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Indonesia patut bersyukur menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Namun, posisi tersebut harus dibarengi dengan keunggulan inovasi, teknologi, dan sumber daya manusia agar mampu menghadapi perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan, hingga perkembangan kecerdasan artifisial,” ujar Eddy.

Ia menjelaskan, peningkatan produktivitas perkebunan rakyat masih memiliki ruang yang besar melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi, digital farming, pemupukan yang efisien, pengendalian hama yang ramah lingkungan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Dengan langkah tersebut, produksi dapat ditingkatkan tanpa harus membuka lahan baru sehingga produktivitas, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan.

BACA JUGA: Posisi Petani Sawit Hanya di Ujung Rantai Nilai

Eddy juga menilai bahwa hilirisasi sawit tidak boleh hanya dipahami sebagai pengembangan biodiesel. Menurutnya, peluang pengembangan produk turunan sawit masih sangat luas, mulai dari oleokimia, bahan pangan, bioplastik, surfaktan, pelumas ramah lingkungan, kosmetik, farmasi, bioavtur, hingga berbagai produk bioteknologi bernilai tambah tinggi.

“Setiap inovasi akan melahirkan produk baru, membuka industri baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, riset dan hilirisasi merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan,” katanya.

Lebih lanjut, Eddy menegaskan ukuran keberhasilan riset bukan terletak pada banyaknya karya ilmiah yang diterbitkan, melainkan sejauh mana hasil penelitian dapat diadopsi oleh petani, dimanfaatkan industri, dikembangkan menjadi teknologi, hingga dikomersialisasikan untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 17-23 Juli 2026 Cenderung Stagnan

Untuk itu, BPDP berkomitmen terus mendukung pendanaan riset terapan yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memperkuat daya saing sawit Indonesia. Selain sebagai penyedia pendanaan, BPDP juga ingin berperan sebagai katalis kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, pelaku industri, petani, investor, dan mitra internasional dalam satu ekosistem inovasi.

“Kami berharap Perisai menjadi ruang lahirnya kolaborasi, inkubasi teknologi, serta percepatan komersialisasi inovasi sawit Indonesia. Saat ini Indonesia bukan hanya harus menjadi pemimpin dalam produksi minyak sawit, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan teknologi sawit dunia,” tutup Eddy. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com