Ia menambahkan, penggunaan pupuk kompos diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan hasil pertanian, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sehingga mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, Ade juga menekankan pentingnya sinergi antara Lapas Tanjungpandan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi lokal agar program pembinaan berjalan secara berkelanjutan.
Salah seorang petani penerima bantuan, Ibnu, menyampaikan apresiasinya atas dukungan tersebut. Ia berharap pupuk kompos yang diterima mampu meningkatkan kesuburan lahan sekaligus menjadi alternatif yang lebih efisien dibanding penggunaan pupuk kimia.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode III-Juli 2026 Naik Rp46,94 per Kg
Melalui inovasi kompos FABA dan program desa binaan, Pemasyarakatan berharap dapat menciptakan kawasan pertanian yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. (T2)
