Kedua, kepastian dan kelancaran ekspor harus menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas industri. Kebijakan pembatasan ekspor berpotensi mengganggu kepercayaan pembeli internasional sekaligus menekan harga di tingkat petani. Karena itu, implementasi kewajiban pasokan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) perlu dievaluasi dan dijalankan secara proporsional agar mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan kelangsungan pasar ekspor.
Ketiga, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) perlu menyiapkan alokasi dana khusus sebagai skema bantuan darurat bagi pekebun rakyat. Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk pembangunan infrastruktur air bersih di sentra perkebunan yang rawan kekeringan, pemberian subsidi pupuk, penguatan penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, hingga peningkatan kapasitas logistik bagi regu pemadam kebakaran mandiri di tingkat desa. Langkah-langkah tersebut akan memperkuat kemampuan pekebun menghadapi tekanan iklim yang semakin ekstrem.
El Niño 2027 pada akhirnya bukan sekadar ujian terhadap ketahanan tanaman, melainkan juga terhadap kematangan tata kelola industri sawit nasional. Selama beberapa tahun terakhir, sektor ini telah menunjukkan komitmennya melalui berbagai upaya mitigasi, mulai dari penguatan sistem pencegahan kebakaran hingga penerapan praktik konservasi yang lebih baik. Namun, keberhasilan menghadapi ancaman iklim tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pelaku usaha. Kebijakan makro pemerintah—terutama yang berkaitan dengan insentif fiskal, kepastian perdagangan, serta perlindungan bagi pekebun—akan menjadi faktor yang menentukan apakah industri sawit tetap mampu berdiri kokoh sebagai salah satu jangkar perekonomian nasional.
Pada akhirnya, upaya meredam dampak El Niño 2027 bukan semata-mata soal mempertahankan angka produksi atau menjaga volume ekspor. Yang dipertaruhkan jauh lebih besar: keberlangsungan penghidupan jutaan keluarga pekebun, stabilitas ekonomi daerah sentra sawit, serta posisi Indonesia sebagai produsen minyak nabati terbesar di dunia. Menyelamatkan sawit dari ancaman iklim, pada hakikatnya, juga berarti menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi. (*)
Oleh: Edi Suhardi / Analis Keberlanjutan
Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis dan tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.
