EUDR Berpotensi Mengubah Peta Perdagangan Sawit
Penerapan standar ketertelusuran yang semakin luas pada akhirnya dapat mengubah arus perdagangan minyak sawit. Pangsa pasar berpotensi semakin terkonsentrasi pada perusahaan perkebunan Malaysia yang memiliki kemampuan memenuhi standar keberlanjutan dan sistem rantai pasok yang kuat.
Meski menghadapi tantangan dari EUDR, UOBKH Research tetap mempertahankan rekomendasi “overweight” untuk sektor perkebunan. Pandangan tersebut ditopang oleh prospek pertumbuhan permintaan struktural, terutama dari penerapan mandat bahan bakar nabati di kawasan Asia.
Salah satu faktor pendukungnya adalah kebijakan B50 Indonesia yang dinilai dapat menopang permintaan minyak sawit regional.
BACA JUGA: RUU Komoditas Strategis: Menguasai atau Membangun?
Untuk harga minyak sawit mentah atau CPO, UOBKH Research mempertahankan proyeksi sebesar RM4.500 per ton pada 2026 dan RM4.400 per ton pada 2027.
Dengan demikian, EUDR tidak semata-mata menjadi ancaman bagi industri sawit Malaysia. Regulasi tersebut sekaligus dapat menjadi pembeda baru di pasar global: perusahaan dengan ketertelusuran dan kredensial keberlanjutan yang kuat berpeluang memperoleh akses pasar lebih besar dan premi, sementara produsen yang tertinggal dalam kepatuhan menghadapi risiko kehilangan pasar. (T2)
