Menanam Sawit di Lahan Miring

oleh -67.917 Kali Dibaca
infosawit
Dok. InfoSAWIT

Menentukan Teras

Setelah menentukan jumlah tanaman, yang tak kalah penting ialah membuat teras (sengkedan) supaya tanaman tidak roboh, kemudian membuat rorak (lobang penampung air hujan) dan saluran drainase supaya tidak terjadi longsor (erosi).

Menurut beberapa literatur tingkat kemiringan juga perlu diperhitungkan, lantaran dengan derajat kemiringan yang tinggi mengakibatkan tidak seluruh curah hujan dapat berinfiltrasi dan masuk ke dalam tanah. Disamping juga memperhitungkan supaya tidak terjadi erosi.

Sebab bila terjadi erosi maka lapisan tanah atas yang subur akan hilang dan hanya tersisa tanah lapisan bawah yang kurang subur, akibatnya bisa berimplikasi pada rendahnya produktivitas tanaman.

Maka itu perlu dibuat teras guna mengatasi erosi tadi, sebab pembuatan teras ini bakal mengurangi aliran air (ran off) yang akan mengurangi bahaya erosi. Dengan pembuatan teras juga bisa meningkatkan daya infiltrasi dan penyimpanan air tanah, tentu saja pemeliharaan tanaman pun jadi jauh lebih mudah. Terakhir, bisa menjadi tempat penaburan pupuk.

Sebelum membuat teras, kata Eddie, mesti dilakukan pengukuran dan kemiringan kontur lahan. Apabila jalur teras atau punggung bukit yang memanjang, sebaiknya menggunakan sistem teras bersambung dengan menggunakan alat berat. Tetapi apabila beberapa areal kontur bukit tidak memanjang, bisa di gunakan dengan sistem tapak kuda dengan mengeruk punggung bukit dan dibuat tatakan tanam selebar 1,5 hingga 2 m, dengan menggunakan cangkul.

Lantas, setelah pembuatan teras rampung, maka lahan akan bersih dari tanaman sehingga sangat rawan dari longsor. Maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan mengendalikan gulma, yakni dengan melakukan pengendalian gulma yang tumbuh di antara terasan, sebab akar gulma dapat mencegah kelongsoran lantaran mampu mengikat tanah.

Jangan sekali kali melakukan blanket atau penyemprotan total pada terasan sebab tanam gulma akan mati sehingga longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. Apabila pertumbuhan gulma lambat, maka diperlukan stimulan penanaman tanaman pengganti misalnya dengan kacangan. Kacangan yang digunakan sebagai penutup tanah pun harus memenuhi syarat diantaranya, pertama, sifat perakaran tidak menggangu dan bukan merupakan saingan tanaman utama, kedua, mudah diperbanyak baik vegetatif maupun generative.

Ketiga,  memberikan kandungan bahan organik yang tinggi baik dibawah sinar matahari atau terlindung, keempat, tahan terhadap hama penyakit atau kekeringan serta bukan tanaman inang hama penyakit bagi tanaman utama, kelima, mempunyai potensi menekan pertumbuhan gulma

Jenis kacangan yang memenuhi syarat tersebut dan sering dipakai sebagai tanaman penutup tanah antara lain Peuraria Javanica (PJ), Centrosema Pubescens (CP), Calopogonium Mucunoides (CM), Psophocarpus Palustris (PP), Calopogonium Caeruleum (CC), Mucuna Bracteata (MB).

Tahap Penentuan Teras

1

Ukur kemiringan rata-rata dalam derajat

2

Tarik satu garis lurus dari satu titik tempat tertinggi ke tempat

terendah

3

Pasang pancang teras mengikuti tabel diatas

4

Lanjutkan pemandangan menurut garis kontur dengan dump

level/angkring

5

Teras yang dibuat dengan meratakan tanah di sekitar tanaman

dengan garis tengah 1,5 – 2 m

6

Buat benteng kecil dipinggir teras, dengan lebar 30 cm dan

tinggi 10 cm

Sumber: PT Global Mapindo

Sumber InfoSAWIT Edisi September 2012


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com