InfoSAWIT, JAKARTA – Pasar minyak sawit di Indonesia tercatat terus berkembang, yang mana minyak sawit diperdagangkan lebih didominasi untuk bahan baku pangan (minyak makan). Dengan melihat potensinya, pasar minyak sawit berkelanjutan bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau yang tren disebut Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) memiliki peluang pasar yang cukup besar di Indonesia.
Diungkapkan, Deputy Director Market Transformation RSPO, M. Windrawan, keberadaan pasar Indonesia masih sangat menarik dan memiliki peluang besar dalam menyerap CSPO bersertifikat RSPO. Lantaran, dengan digunakannya minyak sawit berkelanjutan bakal berdampak positif bagi citra perkebunan kelapa sawit Indonesia, sekaligus memberikan pilihan yang luas bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dalam mendukung perlindungan lingkungan.
“Potensi pasar CSPO di Indonesia sangat besar, lantaran bisnis minyak sawit berpengaruh terhadap masyarakat luas,” kata Windrawan kepada InfoSAWIT, disela-sela Annual Roundtable Meeting on Sustainable Palm Oil (RT22) di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir November 2022 lalu.
Lebih lanjut tutur Windrawan, guna bertumbuhnya pasar CSPO di Indonesia, dibutuhkan tanggung jawab semua pihak untuk bersama-sama mendorong penyerapannya. Terlebih, Indonesia merupakan produsen terbesar CSPO di dunia.
Indonesia memiliki peluang besar bagi penggunaan CSPO guna mendukung keberadaan minyak sawit berkelanjutan di pasar global. Kata Windrawan, keberadaan pasar global CSPO, akan turut berkembang bila penggunaannya didorong dari Indonesia.
BACA JUGA: Sertifikasi RSPO, Masif Libatkan Lahan Petani Kelapa Sawit
“Indonesia sebagai produsen terbesar CSPO dapat mendorong penggunaannya secara masif sekaligus mendorong pasar global turut berpartisipasi secara luas, dan selain Indonesia, peluang pasar CSPO juga dapat bertumbuh di Cina dan India sebagai pengimpor minyak sawit global,” tandas Windrawan. (T1)
