InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Direktur Jenderal Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) Datuk Dr Ahmad Parveez Ghulam Kadir mengatakan, pihaknya memprediksi harga minyak sawit mentah (CPO) berkisar antara RM 4.000 hingga RM 4.500 per ton pada akhir tahun karena krisis global yang sedang berlangsung, terutama perang di Ukraina dan mandat baru Indonesia pada biodiesel. .
“Permintaan akan tetap tinggi, dan produksi tetap di bawah tekanan. Jadi saya kira harga CPO akan tetap tinggi sampai akhir tahun ini,” ujarnya, seperti dilansir New Straits Times.
Sementara itu, Menteri Industri dan Komoditas Perkebunan (MPIC) Datuk Seri Fadillah Yusof mengatakan konsep smart palm oil factory harus selaras dengan industri kelapa sawit untuk memberikan dimensi baru pada aspek efisiensi.
BACA JUGA: KNPI Riau Sorot Aktivitas RAM Sawit Ilegal di Pelalawan
Kementerian menyarankan agar para pelaku industri kelapa sawit menekankan upaya pengurangan jejak karbon produk kelapa sawit sejalan dengan perkembangan dan tuntutan global akan produk ramah lingkungan.
“Aksi ini membuktikan keseriusan industri kelapa sawit sejalan dengan aspirasi Malaysia untuk mencapai target net zero emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada awal tahun 2050,” ujarnya.
BACA JUGA: Training of Trainer Mobile E-STDB Guna Memperkuat Data Pekebun
Pidatonya pada seminar POMREQ 2022 tersebut disampaikan oleh Sekjen MPIC Datuk Zurinah Pawanteh. (T2)
