PT Laot Bangko Lakukan Penilaian NKT dan SKT

oleh -24131 Dilihat
infosawit
Dok. InfoSAWIT

InfoSAWIT, SUBULUSSALAM – PT Laot Bangko melakukan terobosan baru terhadap komitmennya dalam membangun sebuah perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.

Terobosan ini terbilang perdana dilakukan oleh sebuah perusahaan HGU (hak guna usaha) dari beberapa perusahaan yang terdapat di wilayah Kota Subulussalam, Aceh.

Perusahaan yang mengalami masa perpanjangan HGU ini juga telah memastikan beberapa luasan areal konsesi mereka yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) telah dilepas.

BACA JUGA: Fase Pengeluaran Biofuel Berisiko ILUC Lebih Cepat

Tepatnya pada tanggal 23 Februari 2021 telah terbit SK Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nomor: 15/HGU/KEM-ATR/BPN/II/2021 terkait perpanjangan HGU PT Laot Bangko.

Di mana di dalam SK Menteri tersebut dinyatakan bahwa luasan areal HGU yang diberikan hanya seluas 3.704,10 hektar dari luas sebelumnya 6.818,90 hektar.

Manajemen Sustainability PT Laot Bangko, Wahyudi P Widodo mengatakan bahwa pada izin baru ini sudah tidak terdapat lagi areal KEL. Sebelumnya tercatat luas tanaman HGU PT Laot Bangko yang terdapat di dalam areal KEL yakni seluas 549 hektar.

BACA JUGA: Perpu No. 2 Tahun 2022, Perkuat Sanksi Denda Kebun Sawit Tanpa Izin Dalam Kawasan Hutan

“Pada HGU baru ini sudah tidak terdapat areal KEL. Areal KEL tersebut telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan diperuntukkan menjadi lahan plasma untuk masyarakat sekitar HGU PT. Laot Bangko,” katanya kepada InfoSAWIT, Senin (2/1/2023).

Lebih lanjut dijelaskan, bentuk komitmen PT Laot Bangko dalam upaya mewujudkan misi sawit berkelanjutan juga telah dilakukan kajian Nilai Konservasi Tinggi/High Conservation Valuae (NKT/HCV) dan Stok Karbon Tinggi/High Carbon Stock (SKT/HCS) bersama tim dari BIOREF IPB dengan standar HCVRN (high conservation value resource network).

“Asesmen tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi HCV-HCS berupa satwa kunci serta keberadaannya di areal konsesi Laot Bangko dan sekitarnya bersama tim ahli dari BIOREF-IPB,” jelasnya.

BACA JUGA: Dikala Petani Sawit Membirukan Kotawaringin Barat 

Masih menurutnya, penilaian ini akan digunakan untuk mengidentifikasi nilai konservasi dan karbon, yang bisa berkontribusi bagi usaha-usaha mitigasi perubahan iklim, membangun ketahanan iklim, melindungi keanekaragaman hayati dan jasa-jasa lingkungan, mendukung penghidupan masyarakat setempat, dan menghormati hak-hak komunitas serta akses ke sumber daya dan nilai-nilai budaya. (*)

Laporan Nukman Suryadi Angkat

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com