“Kami juga menerima siswa dari desa sekitar, hanya saja kami mesti membatasi penerimaan siswa dari luar, ini sesuai dengan anjuran dinas pendidikan setempat yang telah mewanti-wanti supaya tidak semua peserta didik dari desa masuk ke Yayasan Wilmar Bina Bangsa, supaya mereka juga bisa masuk ke sekolah negeri setempat,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Para peserta didik yang berasal dari luar karyawan itu biasanya berasal dari sekitar areal operasi perkebunan kelapa sawit, misalnya untuk Yayasan Bina Bangsa 01 yang berada di PT Mustika Sembuluh, beberapa siswa ada yang berasal dari Desa Sebabi, Desa Bangkal, Desa Pondok Damar, dan Desa Tanah Putih.
Lebih lanjut tutur Eko yang juga sebagai General Manager PT Mustika Sembuluh 1, dalam membangun sekolahan yang berada tepat ditengah perkebunan kelapa sawit itu guna menghasilkan kualitas sumberdaya manusia yang unggul dan bertakwa, sesuai dengan visi sekolah yakni “Menciptakan generasi yang unggul dala mutu, maju dalam prestasi, terdepan dalam inovasi, berwawasan lingkungan bersendikan iman dan takwa”,
BACA JUGA: PTPN V Bakal Sediakan 400 Ribu Bibit Sawit Unggul untuk Petani
“Sebab itu kami terus berkomitmen guna menyediakan pendidikan dan tenaga kependidikan yang kompeten serta profesional,” kata Eko. (T2)
